Pengelola Pasar Akan Gelar Musda Pertama di Surabaya

Portaltiga.com, SURABAYA - Sinergi antar pasar tradisional menjadi salah satu hal yang akan dibicarakan dan dobahas dalam Musyawarah Daerah - Musda yang pertama, Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia - Asparindo di Surabaya 6 Oktober 2016. Menurut Muchibuddin - Ketua 4 DPP Asparindo, pasar tradisional adalah soko guru bangsa, serta menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Diakuinya, menjamurnya pasar pasar modern, membuat keberadaan pasar tradisional sedikit demi sedikit tergerus. "Padahal didalam pasar tradisional ini berapa ratus pedagang, satu pasar saja ratusan pedagang. Kalau se Indonesia, berapa juta pedagang, berapa juta masyarakat individu yang bergantung hidupnya dari keberadaan pasar tradisional. Ini yang harus kita lindungi," jelasnya, Rabu (5/10/2016). Untuk itu, langkah kongrit yang akan dijalankan dan diterapkan para pengelola pasar adalah dengan upaya perbaikan infrastruktur serta fasilitas. Seperti membuat pasar lebih bersih, lebih higenis serta terjamin kualitasnya. "Langkah kedepan ini, kongkritnya 2017 nanti adalah kita mendorong pasar pasar tradisional lebih bersih, lebih higenis. Dan produk produk yang ada disana tersertifikasi , sehingga masyarakat kembali senang ke pasar tradisional. Dengan begitu, pasar tradisional akan hidup kembali," imbuhnya. Pada Musda yang pertama tersebut, sekaligus akan membentuk para pengurus Dewan Pimpinan Daerah - DPD wilayah Jatim-Bali. Surabaya menjadi tuan rumah untuk yang pertama kalinya, diharapkan dalam Musda tersebut akan melahirkan sinergitas antara pemerintah daerah dan para pedagang pasar tradisional yang saling menguntungkan.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru