Pembelajaran Teman Sejawat Untuk Meningkatkan Kompetensi Klinis

Penulis: Dr. Elsye Maria Rosa SKM. M.kep dan Leli Rezky Dwi Oktavia S. Kep. Ns Di rumah sakit sering terjadi komunikasi yang salah dalam pelaksanaan timbang terima keperawatan. Informasi penting yang seharusnya disampaikan dalam pelaksanaan timbang terima sering hilang pada saat pertukaran shift dikarenakan ketrampilan klinis masih kurang. Mahasiswa keperawatan yang melaksanakan praktik klinik di rumah sakit belum mempunyai keterampilan klinis yang baik untuk melaksanakan timbang terima, mereka hanya mempelajari timbang terima saat perkuliahan. Pada saat pelaksanaan praktik klinik, mahasiswa lebih sering melihat proses timbang terima yang dilakukan oleh perawat senior daripada melakukannya sendiri, sehingga kemampuan mengidentifikasi masih kurang. Sebelum mahasiswa melaksanakan praktik klinik di rumah sakit, institusi pendidikan masih belum melakukan pelatihan yang sistematis untuk mahasiswa tentang timbang terima. Kurangnya kompetensi klinis yang dimiliki dalam pelaksanaan timbang terima berpengaruh pada keselamatan pasien dan kelangsungan pemberian asuhan keperawatan. Untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang tidak diinginkan, diperlukan inovasi untuk memberikan pembelajaran tentang timbang terima keperawatan kepada mahasiswa keperawatan. Metode pembelajaran yang diterapkan dosen saat mengajar di instansi pendidikan keperawatan menjadi salah satu faktor penentu dalam perkembangan hasil belajar. Dalam pembelajaran akademik, masih ada dosen-dosen yang menerapkan metode pembelajaran tradisional saat mengajar. Kebiasaan mengajar menempatkan dosen sebagai subjek dan mahasiswa berperan sebagai objek. Untuk membuat mahasiswa menjadi lebih kreatif dan aktif, dosen perlu menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif saat mengajar. Penerapan metode pembelajaran yang inovatif sangat bagus dan dianjurkan, terutama untuk mata pelajaran teoristik dan praktik, seperti pada mata kuliah Manajemen Keperawatan. Pelajaran teoristik dan praktik cenderung membuat mahasiswa untuk belajar dalam waktu yang lama, sehingga membuat mahasiswa kurang menguasai pelajaran yang diberikan. Dalam pembelajaran timbang terima keperawatan, mahasiswa dituntut aktif untuk turut ikut serta dalam pelaksanaannya, sehingga diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan timbang terima dengan baik ketika sedang menjalankan praktik atau ketika sudah bekerja nantinya. Model pembelajaran teman sejawat (peer learning) merupakan metode belajar mengajar dengan bantuan seseorang peserta didik yang kompeten untuk mengajar peserta didik lainnya, baik tugas itu dikerjakan di rumah maupun di tempat pendidikan. Peserta didik yang ditugaskan menjadi fasilitator atau pembimbing dapat menjalankan berbagai macam peran sebagai pendidik, mediator, teman kerja dan pelatih. Peserta didik yang berperan sebagai pendidik (pure teacher) dapat dilibatkan dalam penyusunan dan penyampaian informasi dan ketrampilan, memberi umpan balik dan evaluasi kepada peserta didik lain yang menjadi bimbingannya (Ridwan, 2016). [caption id="attachment_29617" align="alignnone" width="300"] Dr. Elsye Maria Rosa SKM. M.kep[/caption] Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jung Hee Kim, Myung-Haeng Hur dan Hyun-Young Kim pada tahun 2018 yang dilakukan di Korea dengan judul The efficacy of simulation-based and peer-learning handover training for new graduate nurses membuktikan bahwa pembelajaran peer learning efektif untuk meningkatkan kompetensi klinis dalam pelaksanaan timbang terima keperawatan. Dalam menerapkan pelatihan timbang terima keperawatan dengan metode pembelajaran teman sejawat (peer learning) membuat mahasiswa tidak hanya belajar di tempat pendidikan saja yang mempunyai waktu sedikit untuk bertatap muka dengan dosen, melainkan mahasiswa dapat belajar dengan teman sejawat di tempat lain. Sehingga membuat mahasiswa dapat lebih meresapi inti dari pembelajaran timbang terima keperawatan. Model pembelajaran teman sejawat juga membuat mahasiswa mengalami peningkatan semangat dan menjadi lebih rajin dalam belajar. Setiap dosen harus berusaha melakukan inovasi-inovasi dalam setiap kegiatan pembelajaran. Sebab, berinovasi merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh dosen itu sendiri. Dalam menerapkan metode pembelajaran, para dosen harus melakukan beragam metode sesuai dengan potensi dan keragaman mahasiswa. *Penulis adalah Dosen dan Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru