Gaduh UU Omnibus Law, Alumni MilenialFest Luncurkan e-Deso

Baca Juga : Capai Nilai Ekspor Rp 500 M, JAPFA Dapat Apresiasi Menteri Pertanian

Portaltiga.com - Pengesahan UU Cipta Kerja memicu kegaduhan karena dinilai merugikan para buruh. Kondisi ini menuntut para generasi milenial untuk tidak lagi menjadikan buruh sebagai profesi pilihan. Pilihan menjadi seorang enterpreneur sangat menjanjikan untuk masa depan. Khususnya enterpreneur sektor agrobisnis, karena ketahanan pangan saat ini menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Namun belajar menjadi enterpreneur di sektor agribisnis tidaklah mudah. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, menuntut semua aktifitas berbasis digital. Oleh karena itu alumni MilenialFest meluncurkan aplikasi e-Deso untuk membantu calon petani dan peternak di Indonesia pada era New Normal. "E-Deso sendiri adalah aplikasi yang sangat membantu dalam mengembangkan ilmu peternakan dan pertanian dengan cara yang mudah dan parktis" ujar La Mirantika yang merupakan CMO e-Deso, Minggu (11/10/2020). Di dalam aplikasi e-Deso, lanjutnya, memberikan layanan pelatihan dan pendidikan bagi para calon peternak dan petani, baik secara online maupun offline. Selain itu juga menyediakan marketplace digital khusus bidang pertanian dan peternakan yang akan membantu menjualkan hasil panen atau hasil ternak secara online. "Aplikasi e-Deso sendiri juga berupaya memberikan layanan konsultasi bagi para peternak dan petani langsung kepada pakar, praktisi, dan dokter hewan. Hal ini merupakan salah satu komitmen kami dalam usaha meningkatkan kualitas petani dan peternak," imbuh La Marantika. "Kedepan jika proses dan prosedur perizinan selesai kami ingin mengembangkan layanan e-Deso. Titip Modal, yang merupakan layanan pendanaan bagi para peternak dan petani untuk mengembangkan usaha mereka melalui metode crowdfunding,yang mempertemukan para investor dengan petani ataupun peternak. Tentu dengan cara ini kami berusaha meningkatkan kesejahteraan para petani dan peternak" tambah gadis yang akrab di panggil Lala tersebut. Sementara itu, Danial Iskandar Yusuf yang merupakan CEO MilenialFest, mengapresiasi peluncuran e-Deso di platform Google Playstore pada hari Sabtu 10 Oktober 2020 kemarin. Dalam waktu dua pekan seusai program bootcamp, alumni program Talenta Juara berhasil mengubah ide mereka menjadi produk digital yang siap masuk pasar. Ini pencapaian yang membanggakan. Apalagi e-Deso bergerak di sektor agribisnis yang potensial untuk terus tumbuh. Kita berharap e-Deso dapat memberi solusi atas problem yang ada di lapangan. Dari mulai edukasi, peningkatan kualitas talenta agribisnis dan dari sisi crowd-funding," terang Danial. (dng/abi)

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru