Tips Dari Ernest Prakasa Untuk Generasi Milenial, Tulislah Galaumu

Portaltiga.com - Jika kau galau maka akan lebih produktif, itu yang diungkapkan Ernest Prakasa seorang Komika, aktor film dan penulis skenario pada talk show Entrepreneur Plus Festival 2019 yang diadakan Unusa(Universitas NU Surabaya) pada Kamis (7/3/2019) di Atrium DBL Arena jl A Yani Surabaya. Produktifitas menelurkan karya bukan ditentukan mood tapi keresahan hati "Keresahan akan sesuatu maka kalian tuangkan ke bentuk tulisan, ini juga terjadi pada diriku. Sewaktu menggarap film pertama ngenest dan cek toko sebelah. Saat itu ada keresahan tentang keluarga Tionghoa berhubungan akan anak dan orang tua," jelas Ernest dengan mimik sedikit melucu. Menurut Ernest sendiri, keresahan tentang hubungan keluarga tidak terjadi pada etnis Tionghoa saja tapi terjadi semua suku keluarga manapun di Indonesia. "Dulu ibuku punya toko kelontong dan biasanya dari keluarga Tionghoa selalu pada anaknya jadi penerus. Tapi disisi lain sang anak punya keinginan dan passion yang ia kejar, untungnya ibuku nggak seperti itu. Membebaskan anaknya milih profesi apapun," tambah Ernest. Keresahan-keresahan itu bisa diolah menjadi suatu karya, Ernest memberi saran jika galau itu datang maka tuangkan ke tulisan. Tulis dengan gaya dan ciri khas sendiri, "Anggap galau itu bahan bakar atau bensin untuk menggerakkan kendaraan tulisan itu sendiri," ujat Ernest yang akan menyutradai film ke-5 nya yang berjudul imperfect, diadaptasi buku milik istrinya-Meira Anastasia dibulan Desember 2019 ini. Ditambahkan Ernest lagi bahwa semua itu butuh proses dan waktu yang tak singkat, keberuntungan juga berperan disini. Ernest contohkan karya-karya Raditya Dika itu juga berawal dari keresahan-keresahan Dika saat menjadi cowok yang gagal mencari cinta."Jika kalian membaca karya-karya awal dari Raditya Dika maka ada benang merah disana, curhatan seorang cowok yang tidak bisa mendapatkan ceweknya. Keresahan itu ia tulis ke blog miliknya dan ditawarkan ke penerbit, akhirnya booming serta difilmkan," ungkap Ernest kembali. Diakhir talk show, Ernest Prakasa memberikan closing word kepada peserta yang hadir. Ernest mengambil quotes dari Steven Jobs saat berpidato di Stanford University yaitu Stay Hungry, Stay Foolish. Diartikan Ernest bahwa generasi milenial harus terus lapar dan bodoh untuk terus berkreasi agar proses kreatif tidak macet. Talk Show ini juga dihadiri Novita Hardini-istri wakil bupati Trenggalek dan Jaka Nopansyah seorang creative creator sebagai pembicara.(fey/fey)

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru