Saya (Masih) Mendengar RRI

Portaltiga.com - Baru saja sekitar 5 jam sebelum tulisan ini saya buat, saya mendapati banyak ilmu yang dibagikan oleh Max. Dia adalah salah seorang yang boleh dikatakan expert di bidang jelajah piranti artificial inteligence atau A I yang diselenggarakan programnya oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya.

Dalam paparannya, Max bilang bahwa AI menjadi tools yang akan semakin berkembang dan memudahkan kehidupan masyarakat dunia. Dengan mudahnya ketika menggunakan piranti AI maka akan memangkas kerja-kerja berat semua orang termasuk insan media.

Tidak hanya cetak, televisi bahkan juga berdampak bagi radio.
Kemudahan dengan AI ini saya alami termasuk dalam dunia voice over atau pengisi suara di dunia radio yang sudah saya alami sejak tahun 1997 silam.

Bukan hal yang mustahil dimana ada hal ajaib yang serta merta secara singkat dapat diaplikasikan dalam jurnalisme radio.

Ya secara nyata hal itu berupa piranti AI yang dimanfaatkan untuk masuk dalam ruang-ruang imajinasi pendengar ketika suara penyiar favorit telah purna. Mereka (baca: penyiar) ada masanya. Setiap orang ada masanya, hal itu yang sering disampaikan dalam ocehan seorang kawan audioman senior di kantor.

Rasa khawatir pun hilang bersamaan dengan kelegaan dengan terbangnya rasa berfikir berat para pemilik stasiun radio dalam hal menggaji para andalan di depan corong mikrofon ketika AI dipakai dalam operasional sehari-hari.

Baca Juga : Menyambut Nahkoda Baru BI

Tapi bagi saya pribadi punya penilaian berbeda. Dimana bisa saja orang bisa enjoy dengan lagu yang disampaikan dengan pengantar suara buatan AI. Saya berbeda, karena di dunia radio ang dimainkan adalah "Theater of Mind". Ya, itulah kenikmatan bisa menjelajah ruang dan waktu dengan ocehan khas para host atau penyiar idola yang bertugas.

Serasa ada kenikmatan tersendiri menikmati sajian lagu yang diexplore bersamaan dengan cerita-cerita di balik sebuah lagu dan informasi yang disampaikan oleh host asli, bukan suara AI. Sampai pagi tadi pun dalam berkendara menuju ke kantor saya (masih) mendengar RRI.

Baca Juga : Koperasi Desa Merah Putih: Antara Cetak Biru dan Realitas Lokal

Selamat Ulang Tahun RRI tercinta ke-81. Lop yu pulll.

Penulis: Indra Mahadi

 

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru