Puguh Kawal Normalisasi Saluran Sawojajar 2, Pemprov Jatim Siap Turun Tangan

Puguh Wiji Pamungkas bersama jajaran UPT PUSDA Jatim, PUSDA Kabupaten Malang, anggota DPRD Kabupaten Malang, Kepala Desa Sekarpuro dan tokoh masyarakat meninjau kondisi saluran. (Foto: Ist)

Portaltiga.com - Keluhan warga Perumnas Sawojajar 2, Kabupaten Malang, yang selama ini menjadi langganan banjir saat hujan deras mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Malang Raya, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM.

Puguh mengawal aspirasi warga dengan mendorong Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air (PUSDA) melakukan normalisasi saluran yang dinilai tak lagi mampu menampung debit air.

Aspirasi tersebut disampaikan sejumlah ketua RW di kawasan Sawojajar 2 saat Puguh menggelar reses beberapa waktu lalu. Warga mengeluhkan genangan yang muncul setiap hujan deras hingga kerap masuk ke rumah.

“Laporan itu disampaikan saat kami menyelenggarakan reses. Perwakilan para ketua RW di Sawojajar 2 menyampaikan aspirasi bahwa lingkungan mereka menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan,” ujar Puguh, Kamis (10/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Puguh berkoordinasi dengan Dinas PUSDA Provinsi Jatim setelah mendapat informasi bahwa saluran irigasi di kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemprov Jatim.

Koordinasi itu ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan. Pada Selasa (8/9/2026), Puguh bersama jajaran UPT PUSDA Jatim, PUSDA Kabupaten Malang, anggota DPRD Kabupaten Malang, Kepala Desa Sekarpuro dan tokoh masyarakat meninjau kondisi saluran.

Hasilnya, saluran dinilai membutuhkan normalisasi karena mengalami pendangkalan serta dipenuhi semak belukar dan sampah. Selain itu, dimensi saluran dianggap tidak lagi memadai untuk menampung debit air.

“Memang saya jumpai bahwa saluran irigasi itu butuh normalisasi. Secara dimensi kurang lebar dan kurang dalam. Saat dilakukan pengecekan juga ditemukan saluran penuh semak belukar dan sampah,” jelasnya.

Puguh menjelaskan, persoalan banjir semakin kompleks karena fungsi saluran telah berubah. Saluran yang semula digunakan untuk irigasi kini juga menampung limpasan air dari drainase permukiman.

Di sisi lain, sebagian lahan persawahan yang sebelumnya dialiri saluran tersebut telah berubah menjadi kawasan perumahan. Perubahan fungsi lahan itu berpotensi meningkatkan limpasan air yang masuk ke saluran.

Baca Juga : Fraksi PDIP DPRD Jatim Soroti Akurasi Desil DTSEN, Warga Miskin Jangan Sampai Terlempar dari Data

“Dulu ini saluran irigasi, sekarang sudah bertambah fungsinya menjadi saluran drainase. Sawah yang dulu dialiri juga mulai beralih fungsi menjadi perumahan. Ini yang menjadi kekhawatiran karena beban saluran semakin besar,” katanya.

Karena itu, Puguh mendorong adanya kajian teknis untuk memperlebar dan memperdalam saluran. Saat ini, lebar saluran diperkirakan sekitar dua meter dan dinilai perlu dikaji untuk ditingkatkan menjadi tiga hingga 3,5 meter.

“Dibutuhkan kajian teknis yang cukup serius. Kalau saluran ini sudah mulai beralih fungsi menjadi drainase dan sekarang dikepung perumahan, dimensinya harus dikaji dan diperlebar,” ungkapnya.

Selain normalisasi, Puguh juga mendorong dialog dengan pengembang di sekitar kawasan agar penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan kapasitas saluran eksisting.

Baca Juga : Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pemprov Siapkan Peta Risiko dan Skenario Multi-Bencana

Menurutnya, perkembangan kawasan permukiman harus diikuti dengan perencanaan drainase yang memadai. Sebab, perubahan tata guna lahan dapat meningkatkan debit limpasan air permukaan.

Puguh menyebut Pemprov Jatim melalui Dinas PUSDA telah merespons aspirasi tersebut dan berkomitmen melakukan normalisasi dalam waktu dekat.

“Komitmen dari Pemprov Jatim atas advokasi yang saya lakukan, insyaallah dalam waktu dekat akan dilakukan normalisasi. Ini sangat disambut antusias oleh warga,” tutur Puguh.

Ia berharap pekerjaan normalisasi dapat dilakukan sebelum memasuki puncak musim penghujan. Dengan meningkatnya kapasitas saluran, risiko luapan air yang selama ini mengancam warga Sawojajar 2 diharapkan dapat ditekan.

“Semoga pada musim penghujan yang akan datang tidak lagi terjadi banjir karena saluran yang selama ini menjadi salah satu penyebab sudah dinormalisasi,” pungkasnya.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru