Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lucy: NKRI Harga Mati

Portaltiga.com – Kondisi Indonesia saat ini menjadikan sila Persatuan Indonesia penting ditumbuhkembangkan kembali. Sila ketiga Pancasila ini menjadi harga mati demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian anggota DPR RI Lucy Kurniasari dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Jalan Trenggilis Utara, Surabaya, Jumat (22/11/2019).

Menurut anggota Komisi IX DPR RI dari Dapil Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) ini, kondisi masyarakat Indonesia yang saling curiga belakangan ini akan sangat potensial menggoyahkan persatuan Indonesia.

“Sesama anak bangsa akan saling berprasangka dengan melontarkan berbagai stigma yang dapat membuka konflik terbuka,” ujar Ning Lucy, panggilan akrabnya, di hadapan 150 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

“Sikap merasa paling benar sendiri juga membuka celah makin terbukanya potensi konflik di tanah air. Kami paling nasionalis atau paling religius tampak begitu menguat di tengah masyarakat,” tambah Ning Surabaya tahun 1986 ini.

Menurut Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini, gejala mendahulukan kelompoknya juga terjadi di mana-mana. Hal ini juga menambah potensi pemicu goyahnya persatuan Indonesia.

Semua pemicu itu, tegas Lucy, sungguh-sungguh bertentangan dengan sila Persatuan Indonesia. Sikap dan perilaku semacam itu harus ditolak dan dijadikan musuh bersama demi tumbuh suburnya Persatuan Indonesia yang menjadi pondasi tegaknya NKRI.

Untuk itu, alumni SMA Negeri 5 Surabaya ini mengajak semua anak bangsa untuk selalu bersikap dan berperilaku sesuai sila Persatuan Indonesia. “Mari kita tumbuhkan kembali ikatan kekeluargaan dan kebersamaan agar rasa curiga diantara kita dapat diminimalkan,” ajak Lucy.

“Upaya menumbuhkan ikatan kekeluargaan dan kebersamaan akan dapat memperkuat cinta pada bangsa dan negara. Sesama anak bangsa tidak lagi menyatakan hanya cinta pada sukunya, tapi juga cinta kepada semua suku yang diikat atas rasa persaudaraan dan kebersamaan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Lucy, kita hendaknya siap mendamaikan seandainya ada kelompok masyarakat yang bermusuhan, bukan justeru berperan serta dengan motif mencari keuntungan dari konflik tersebut.

“Untuk itu, mari kita membuka diri untuk berteman dengan siapa saja agar prasangka sesama anak bangsa dapat diminimal. Kalau kita sudah tidak berprasangka, diharapkan kita juga akan menjauhi fitnah,” tutup Lucy. (tea/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »