Portaltiga.com - Survei nasional Poltracking Indonesia yang digelar pada Agustus 2026 memotret elektabilitas sejumlah partai politik. Dalam simulasi bilik suara, Gerindra tercatat memperoleh elektabilitas 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan (PDIP) 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.
Namun, sebanyak 25,3 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban. Angka tersebut menjadi bagian penting dalam membaca hasil survei karena menunjukkan masih adanya pemilih yang belum menyatakan preferensi terhadap partai politik.
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan survei tersebut menggambarkan preferensi pemilih terhadap partai politik apabila pemilu legislatif digelar saat pengambilan data dilakukan.
“Elektabilitas partai politik ini kita potret pada tanggal 14 sampai 20 Agustus bulan lalu,” kata Yoki saat memaparkan hasil survei nasional bertajuk Membaca Peta Elektoral dan Dinamika Partai Politik, Rabu (23/9/2026).
Dalam simulasi tersebut, Gerindra memperoleh 23,2 persen, PDIP 11,6 persen, dan Golkar 10,4 persen.
Selanjutnya, PKB memperoleh 6,2 persen, Demokrat 6,1 persen, NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, dan PKS 3,3 persen.
Sementara itu, PSI tercatat 2,3 persen, PPP 1,9 persen, Perindo 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, dan Hanura 0,3 persen.
Adapun Partai Ummat, PBB, Partai Garuda, PKN, dan Gelora masing-masing memperoleh 0,1 persen. Sebanyak 25,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan simulasi bilik suara. Responden ditanya partai politik atau calon anggota DPR RI dari partai politik yang akan dipilih apabila pemilu digelar saat survei dilakukan.
Baca Juga : Unggul Di Survei, Golkar Dan Partai Pengusul Kian Semangat Menangkan MAJU
Poltracking menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.220 responden yang memiliki hak pilih. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.
25,3 Persen Responden Belum Menentukan Pilihan
Besarnya proporsi responden yang belum menentukan pilihan menjadi salah satu temuan dalam survei tersebut.
Baca Juga : Survei Poltracking: Pendukung Jokowi Lebih Memilih Khofifah - Emil Dardak
Poltracking menekankan bahwa angka elektabilitas merupakan gambaran preferensi responden pada saat pengumpulan data, bukan hasil pemilu. Pengambilan data dilakukan pada 14-20 Agustus 2026, sehingga preferensi pemilih dapat berubah mengikuti perkembangan politik hingga pemilu mendatang.
Hasil survei juga perlu dibaca dengan mempertimbangkan margin of error sekitar 2,9 persen dan karakteristik sampel yang digunakan.
Berikut hasil lengkap simulasi elektabilitas partai politik Poltracking:
* Gerindra: 23,2 persen
* PDIP: 11,6 persen
* Golkar: 10,4 persen
* PKB: 6,2 persen
* Demokrat: 6,1 persen
* NasDem: 4,4 persen
* PAN: 3,4 persen
* PKS: 3,3 persen
* PSI: 2,3 persen
* PPP: 1,9 persen
* Perindo: 0,6 persen
* Partai Buruh: 0,5 persen
* Hanura: 0,3 persen
* Partai Ummat: 0,1 persen
* PBB: 0,1 persen
* Partai Garuda: 0,1 persen
* PKN: 0,1 persen
* Gelora: 0,1 persen
* Tidak tahu/tidak jawab: 25,3 persen.
Survei Poltracking menjadi potret preferensi pemilih berdasarkan kondisi pada 14-20 Agustus 2026. Hasil tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai hasil pemilu dan masih terbuka terhadap perubahan seiring perkembangan preferensi pemilih.
Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.