Umum

Influenza A Meningkat di Jawa Timur, Balita Paling Banyak Terpapar

Portaltiga.com - Komisi E DPRD Jawa Timur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan temuan Influenza A di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benjamin Kristianto, mengatakan kewaspadaan diperlukan untuk mencegah penularan meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Data Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya hingga pekan ke-37 atau pekan ketiga September 2026 menunjukkan bayi dan balita menjadi kelompok dengan proporsi spesimen ILI-SARI terbesar, yakni 42 persen.

Selanjutnya, kelompok usia produktif 15-59 tahun sebesar 26 persen, lansia 20 persen, serta usia sekolah dan remaja 12 persen.

Pada pekan ke-37, BBLKM Surabaya menerima 51 spesimen ILI-SARI. Dari pemeriksaan tersebut, 16 spesimen positif Influenza A subtipe H1N1Pdm09 dan empat spesimen positif H3N2.

Kementerian Kesehatan juga mencatat Influenza A(H3N2) subclade K yang kerap disebut "Super Flu" telah terdeteksi di 13 provinsi. Secara kumulatif sejak Januari 2026, Jawa Timur mencatat 18 kasus subclade tersebut.

Baca Juga : 557 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Jatim Belum Tersalur, Fraksi PDIP Soroti Akses Petani

Benjamin meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan jajaran kabupaten/kota memperkuat edukasi serta pemantauan perkembangan kasus. Menurutnya, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu dipastikan, termasuk ketersediaan ruang perawatan dan obat-obatan di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

"Masyarakat jangan menganggap remeh gejala flu. Influenza Tipe A penularannya sangat cepat dan gejalanya bisa cukup berat jika daya tahan tubuh sedang drop. Ditambah data BBLKM menunjukkan anak balita rentan terpapar, jadi antisipasi sejak dini adalah kunci utama," kata Benjamin di Surabaya, Rabu (23/9/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat menerapkan langkah pencegahan sederhana, seperti menggunakan masker ketika mengalami gejala flu atau berada di tempat ramai, mencuci tangan secara rutin, menjaga asupan gizi, dan mencukupi waktu istirahat.

Baca Juga : Kekeringan Ekstrem, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pemprov Selamatkan Sawah Sebelum Puso

“Bila timbul gejala demam, batuk, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan ditunda,” ujarnya.

Sementara itu, Dinkes Surabaya menyebut terdapat lebih dari 40 ribu kasus influenza sepanjang Januari-Agustus 2026. Peningkatan kasus mulai terlihat pada Juli-Agustus dan kembali meningkat pada Agustus-September, meski mayoritas gejalanya masih tergolong ringan.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus dan kesiapan fasilitas kesehatan. Kemenkes sendiri menyebut aktivitas influenza secara nasional pada minggu ke-37 masih berada dalam kategori rendah dan situasi terkendali.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait