Lahan Latihan Perang di Situbondo Disulap Jadi Penggemukan Sapi

  portaltiga.com: Lahan latihan perang di Situbondo, Jawa Timur (Jatim) akan "disulap" menjadi lokasi penggemukan sapi. Lahan tersebut merupakan alternatif setelah lahan milik TNI Angkatan Laut di Grati, Pasuruan dinilai tidak cukup ideal untuk lokasi penggemukan sapi. "Pada awalnya kami ingin di Grati Pasuruan. Tapi, di Grati masih ada pemukiman warga serta tidak ada sumber air yang mencukupi," kata Asisten Administrasi dan Umum Pemerintah Jatim, Mudjib Affan, Kamis (25/2). Pihak TNI AL, menurutnya, juga lebih sepakat jika penggunaan lahan militer untuk penggemukan sapi tidak di Grati, melainkan di Situbondo tepatnya di Karangtekok, Situbondo. Di Karangtekok, TNI AL memiliki lahan seluas 10 ribu hektar sehingga cukup luas sebagai pusat ternak sapi. Tak hanya itu, di lokasi ini juga terdapat sebuah sungai yang airnya tak pernah kering. "Kontur lahannya juga landai sehingga cocok jika dijaikan lahan terbuka hijau semisal padang savana untuk ternak sapi," ujarnya. Terpisah, Gubernur Jatim Soekarwo menjelaskan, saat ini pemanfaatan lahan TNI masih menunggu persetujuan Barkas Besar TNI. Jika diizinkan, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan segera mendatangkan ribuan ekor sapi untuk dilakukan penggemukan di lahan-lahan milik TNI. "Jika ini berhasil, maka kekurangan stok sapi nasional nantinya bisa dicukupi dari Jatim," tegasnya. Saat ini, populasi ternak sapi potong di Jatim masih mencapai 4,071 juta ekor. Jumlah tersebut setara dengan 27,69 persen populasi nasional yang mencapai 14,703 juta ekor. Begitu juga produksi daging sapi Jatim, tiap tahunnya mencapai 119.463 ton atau setara dengan 22,12 persen stok daging secara nasional sebanyak 539.965 ton. Meski cukup besar, namun populasi sapi dari Jatim ternyata masih kurang jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan sapi nasional. (Bmw)

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru