Mukjizat Para Nabi dalam Perspektif Sains Fisika

Portaltiga.com - Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 1 Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan keislaman bagi anak-anak panti dan peserta nonpanti, Ahad (2/7/2026).

Kajian kali ini mengusung tema yang sangat edukatif dan menginspirasi, yaitu "Mukjizat Para Nabi dalam Perspektif Sains Fisika".

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan panti ini menghadirkan Ustadz Achmad Arif Afandi, S.Si., Gr., Guru SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, sebagai narasumber.

Kajian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh seluruh anak-anak dengan antusias tinggi. Melalui penyampaian yang interaktif, ilmiah, dan komunikatif, para peserta diajak untuk semakin mengenal kebesaran Allah SWT serta meneladani keteguhan para utusan-Nya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Achmad Arif Afandi, S.Si., Gr. menjelaskan bahwa mukjizat merupakan bukti kekuasaan Allah SWT yang diberikan kepada para nabi. Beliau menelaah bahwa hukum-hukum alam dan prinsip fisika—seperti gravitasi, hukum apung (hidrostatika), termodinamika, maupun dinamika fluida—adalah ketetapan (sunnatullah) ciptaan Allah. Ketika Allah menghendaki mukjizat, Allah menangguhkan atau mengarahkan hukum fisika tersebut bekerja secara luar biasa sesuai kehendak-Nya.

Arif menguraikan beberapa kisah mukjizat para nabi yang ditinjau dari kacamata sains fisika serta diperkuat oleh dalil-dalil Al-Qur'an:

Kapal Nabi Nuh AS & Bencana Banjir Bandang
(Hukum Archimedes, Mekanika Fluida, Rekayasa Kapal)
Nabi Nuh AS diperintahkan membuat kapal (Al-Fulk) di atas daratan jauh dari laut. Dari sudut pandang fisika, kapal kayu raksasa tersebut dirancang dengan memperhitungkan Hukum Archimedes (F a =ρ⋅g⋅V), di mana gaya apung ke atas harus lebih besar dari total massa kapal, penumpang, dan hewan-hewan.
Saat air bah meluap dari langit dan terpancar dari ceruk-ceruk bumi (peningkatan tekanan hidrostatik ekstrem), timbul gelombang setinggi gunung. Kapal tersebut mampu menjaga keseimbangan (stabilitas hidrodinamika) di tengah hempasan energi kinetik ombak yang sangat dahsyat.

Allah SWT berfirman mengenai fenomena meluapnya air dan berlayarnya kapal di atas gelombang dahsyat:

"Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah, dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami anutkan Nuh ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak." (QS. Al-Qamar [54]: 11–13)

Serta tegasan mengenai besarnya gelombang saat itu:

"Dan kapal itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung..." (QS. Hud [11]: 42)
Salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta adalah mukjizat Nabi Musa AS Membelah Laut Merah(Mekanika Fluida, Dinamika Angin, Gelombang Air)). Peristiwa tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT:
"Lalu Kami wahyukan kepada Musa, 'Pukullah laut itu dengan tongkatmu.' Maka terbelahlah laut itu dan setiap belahan seperti gunung yang besar." (QS. Asy-Syu'ara: 63).

Dalam perspektif sains, terdapat penelitian mengenai fenomena angin kencang*wind setdown*, yaitu kondisi ketika hembusan angin yang sangat kuat dapat menggeser massa air dalam waktu tertentu.
Namun, narasumber menegaskan bahwa penelitian tersebut hanya menunjukkan adanya fenomena alam yang memiliki kemiripan, bukan penjelasan atas mukjizat Nabi Musa AS.

Baca Juga : Perkemahan Akbar Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Cetak Siswa Tangguh

Kajian juga membahas kisah Nabi Ibrahim AS dalam Kobaran Api(Kalor, Radiasi Panas, Material tahan APi) yang diselamatkan Allah SWT dari kobaran api sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Kami berfirman, 'Wahai api! Jadilah engkau dingin dan menjadi penyelamat bagi Ibrahim.'" (QS. Al-Anbiya': 69).

Melalui pembahasan ini, peserta diajak memahami perubahan energy termal, sifat panas api dan material tahan api merupakan hukum alam yang diciptakan Allah SWT. Namun, Allah Yang Maha Kuasa mampu mengubah hukum tersebut kapan saja sesuai dengan kehendak-Nya.

Selain itu, peserta dikenalkan dengan mukjizat Nabi Isa AS (Biofisika, Defibrilator,Ilmu Kedokteran Moder) yang mampu menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali 'Imran ayat 49. Narasumber menekankan bahwa segala bentuk kesembuhan hakikatnya berasal dari Allah SWT, sedangkan para nabi hanyalah perantara yang diberikan mukjizat oleh-Nya.

Pada bagian akhir materi, Arif menjelaskan bahwa mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW (Dilatasi Waktu, Relativitas Einstein, Astronomi Kosmologi) adalah Al-Qur'an. Keistimewaan Al-Qur'an tidak hanya terletak pada keindahan bahasanya, tetapi juga sebagai sumber informasi yang berisi peristiwa kejadian-kejadian masa lalu dan masa yang akan datang termasuk tanda-tanda akhir zaman. Oleh karena itu Al Qurán menjadi petunjuk hidup yang tetap terjaga keasliannya hingga akhir zaman sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hijr ayat 9.

Baca Juga : DPRD Surabaya dan PD Muhammadiyah Sepakat Perkuat Kolaborasi Demi Kota Inklusif

Ia menegaskan bahwa mempelajari hubungan antara sains dan Al-Qur'an bukan bertujuan membuktikan kebenaran wahyu melalui sains. Sebaliknya, ilmu pengetahuan dipandang sebagai sarana untuk semakin mengenal kebesaran Allah SWT dan menguatkan keimanan kepada-Nya.

Ketua Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 1 Surabaya, Hj. Raden Roro Martiningsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kajian tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang dipadukan dengan wawasan ilmu pengetahuan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi anak-anak.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga anak-anak tidak hanya memahami kisah para nabi, tetapi juga semakin mencintai Al-Qur'an, memiliki akhlak mulia, dan tumbuh menjadi generasi muslimah yang beriman, cerdas, serta mencintai ilmu pengetahuan," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 1 Surabaya, Farhana, S.Psi., menyampaikan terima kasih kepada narasumber atas ilmu yang telah diberikan. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi anak-anak asuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif, dilanjutkan doa bersama. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, menunjukkan tingginya minat anak-anak dalam mempelajari kisah para nabi melalui pendekatan Al-Qur'an dan sains.
Melalui kegiatan ini, Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah 1 Surabaya berharap pembinaan keislaman dapat terus melahirkan generasi yang beriman, berakhlakul karimah, mencintai ilmu pengetahuan, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan perkembangan sains dan teknologi tanpa mengurangi keyakinan bahwa seluruh mukjizat merupakan bukti kekuasaan Allah SWT.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru