Portaltiga.com – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, bersama anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Satib, meninjau langsung kondisi Jembatan Sentong yang ambles pada 23 Februari 2026.
Jembatan penghubung utama Bondowoso–Jember itu terputus total setelah fondasi sisi hilir tergerus derasnya aliran Sungai Sampean.
Akibatnya, hampir sepertiga badan jalan longsor. Kerusakan tersebut memaksa penutupan total jembatan dan pengalihan arus kendaraan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Dalam peninjauan itu, Agung dan Satib didampingi Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember, Tutug Putro. Keduanya memeriksa langsung badan jalan yang retak dan turun akibat erosi fondasi.
Di lokasi, dr Agung langsung menghubungi Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Bina Marga, Netty Herawati, untuk memastikan percepatan pengiriman material bantuan dari Pemprov Jatim.
“Ini sudah mau menjelang Lebaran. Yang drum itu segera diagendakan. Kalau bisa secepatnya,” ujar Agung, Rabu (4/3/2026).
Ia menekankan percepatan penanganan penting agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman saat mudik. Selain itu, ia meminta pemerintah kecamatan dan desa segera menyosialisasikan jalur alternatif kepada warga.
Baca Juga : Partai Tak Penuhi Kuota Perempuan Bisa Dicoret, Diana Sasa Angkat Bicara
Sementara itu, Kepala UPT PJJ Jember Tutug Putro menjelaskan proyek penggantian jembatan sebenarnya telah siap dilaksanakan.
“Desain sudah selesai, lelang sudah, pemenang sudah ada. Tinggal tanda tangan kontrak saat longsor terjadi,” ungkapnya.
Baca Juga : Harga Pangan Jelang Iduladha Stabil, Sri Wahyuni Dukung Langkah Cepat Pemprov Jatim
Begitu ambles, pihaknya langsung berkoordinasi dan memutuskan penutupan total demi keselamatan pengguna jalan. UPT PJJ bersama Pemkab Bondowoso menyiapkan skema pengalihan arus berdasarkan kelas kendaraan untuk mencegah konflik di jalur alternatif yang lebih sempit.
Tutug memastikan pembangunan jembatan baru merupakan penggantian total dan diperkirakan memakan waktu delapan bulan.
“Ini bukan perbaikan kecil. Harus kuat dan aman,” tegasnya.
Saat ini, Pemprov Jatim bersama Pemkab Bondowoso dan BBPJN telah menurunkan tim teknis untuk memastikan kelayakan struktur. Pemasangan jembatan bailey tengah dipersiapkan sebagai solusi sementara guna menjaga konektivitas Bondowoso–Jember tetap berjalan selama masa darurat.
Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.