portaltiga.com
Headline Umum

Momen Natal, Keuskupan Surabaya Wadul Ke Wawali Whisnu Soal Ini

Portaltiga.com – Momentum natal bagi umat Kristiani Surabaya digelar dengan suka cita. Namun, beberapa kendala menyoal keberadaan tempat ibadah masih dijumpai. Salah satunya terkait perizinan pendirian gereja di beberapa lokasi.

Vikari Jendral Keuskupan Surabaya, Romo Yosef Eko Budi Susilo mengatakan, kendala pendirian Gereja tersebut berada di kawasan Semolowaru Bahari Surabaya.

Pendirian rumah ibadah baru tersebut sebagai solusi bagi Paroki Ngagel dalam menampung jamaah kawasan tersebut yang mencapai 11 ribu jemaat.

“Kita butuh satu lagi untuk tempat ibadah, tempatnya nanti di Semolowaru Bahari, tapi perizinannya kan harus melalui beberapa tahap menurut peraturan bersama menteri nomor 9 dan nomor 8 menteri dalam negeri dan menteri agama,” jelasnya, Rabu (25/12/2019).

Dalam peraturan bersama nomor 8 dan 9 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadat disebutkan, salah satu syaratnya adalah mendapat rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya.

“Karena masih ada penolakan dari beberapa warga,’’ katanya kepada Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menghadiri undangan Keuskupan Surabaya, dalam Safari Pengamanan Natal 2019 di Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya.

Merespon hal ini, Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana, yang kehadirannya diterima oleh Fikri Jenderal Keuskupan Surabaya Romo yosef Eko Budi Susilo dan Romo Fusi Nusantoro Kepala Paroki Gereja HKY Surabaya mengatakan, Saat ini Pemkot Surabaya sudah tidak ada masalah tentang proses perizinan tempat ibadah.

Pasangan Risma dalam Pilkada Surabaya 2015 lalu ini menegaskan, kebebasan dan Kemerdekaan bagi umat beragama untuk beribadah dijamin oleh Pemkot Surabaya.

’’Ini nanti akan dibahas bersama dalam hal pendekatan sosial kepada warga,’’ terang politisi PDIP yang akrab disapa WS ini.

Koordinasi dengan FKUB oleh Pemkot akan dilakukan segera. Khususnya dalam mencari jalan tengah tentang hambatan tersebut.

’’Nanti akan duduk bersama untuk mengetahui kendalanya seperti apa, dan solusinya,’’ pungkas pejabat yang maju Pilwali Surabaya 2020 mendatang. (tea/tea)

Related posts

Kepala DP5A Meninggal, Arif Fathoni Nilai Ada Yang Salah Dengan Cara Kerja Pemkot

admin

Produk UMKM Surabaya Siap Dipamerkan di Liverpool

admin

Risma Janji Komitmen Jadikan TRS dan Hi-Tech Pusat Kesenian

admin