portaltiga.com
Politika

Ngevlog Makan Lontong Balap Pak Gendut, Emil Share Informasi ke Generasi Milenial

Portaltiga.com – Calon wakil gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak memang mencerminkan generasi milenial. Gayanya khas dan juga apa adanya.

Jumat siang (23/3/2018), Emil menikmati kuliner khas Surabaya, lontong balap. Salah satu yang terkenal adalah lontong balap Pak Gendut Jalan Kranggan.

Emil datang masih mengenakan sarung dan peci hitam karena baru saja sholat Jumat di Masjid Rachmat Kembang Kuning. Tanpa canggung doktor termuda lulusan Jepang menyantap lontong balap dengan lahap.

Dasar anak muda, Emil masih sempat-sempatnya ngevlog. Melalui vlog, suami Arumi Bachsin ini coba menarik minat masyarakat milenial.

“Menurut saya kampanye ini bukan hanya bagaimana menang atau kalah. Tapi sebenarnya menjadikan ini sebuah momen yang sangat bermanfaat untuk semua ikut. Artinya memperkenalkan dari pada para pemilih muda milenial mengawal perjalanan kita bertemu Mas Mandra (penjual lontong balap),” tutur dia.

Baginya dengan memposting vlog di media sosial, informasi tentang dunia politik mudah untuk tersebar. Kaum muda yang biasanya apatis terhadap politik, jadi tahu dengan keputusan kebijakan publik.

“Ini loh keputusan politik yang akan dibuat bisa menentukan nasib seperti Mas Mandra ini. Apakah sentra kuliner bisa berkembang atau sebaliknya. Ini bisa diambil dengan keputusan politik yang berkembang,” tuturnya.

Cawagub nomor urut satu tersebut berpesan, kaum milenial jangan apatis terhadap politik. Karena bagaimana pun, sangat berpengaruh keputusannya pada masyarakat. Termasuk para kaum muda.

 

Dalam kesempatan tersebut, pasangan calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut terpesona dengan kegigihan Mandra yang tetap mempertahankan usaha lontong balap yang turun temurun. Sebagai generasi mileneal yang meneruskan usaha keluarga, totalitasnya memberikan inspirasi.

“Satu hal yang berkesan buat saya ini Mas Mandra generasi milenial. Dia sangat menikmati, kerja itu jangan hanya golek duit. Tapi nikmati yang terbaik untuk costumer. Artinya bagaimana setiap hari menyuguhkan yang terbaik,” bebernya.

Dia pun menyarankan agar tidak pindah dari tempat berjualan saat ini. Sehingga jadi sentra kuliner yang lebih besar lagi. “Surabaya luar biasa, Jatim luar bisa punya kuliner yang masih bisa terus berkembang,” tandasnya. (abi)

Related posts

Posko Pemenangan Partai Demokrat Surabaya, Gresik dan Lamongan Diresmikan

admin

Pemuda Pancasila Siap Amankan Suara Khofifah-Emil dari Kecurangan

admin

Unggul Elektabilitas di Survei Terbaru, Relawan Khofifah-Emil Makin Optimistis

admin