• Selasa, 27 Sep 2022 15:16 WIB

Menengok Keseruan Kelas Preneur Day SMP Al Falah Deltasari

Menengok Keseruan Kelas Preneur Day SMP Al Falah Deltasari

Portaltiga.com - Sejumlah siswa terlihat dengan serius membuat desain gambar sesuai kreativitasnya. Desain itu kemudian di-print out di atas kertas minyak dengan cara mirror desain. Setelah itu hasilnya disemprot cat semprot kemudian ditempel di kaos, tas, serta kain untuk hiasan. Para siswa sangat kreatif dalam hal mendesain. Mereka kebanyakan mendesain karakter-karakter lucu sesuai imajinasinya. Begitulah gambaran kelas Preneur Day di SMP Al Falah Deltasari Sidoarjo. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari, 13-15 Desember 2021. Kepala SMP Al Falah Deltasari, Tutik Susilowati mengatakan, kegiatan Preneur Day merupakan upaya sekolah dalam menumbuhkembangkan minat dan bakat siswa di luar bidang akademik. Karena itu disiapkan berbagai macam keterampilan yang bisa diikuti semua siswa sesuai dengan minat dan bakat mereka. Para siswa telah melaksanakan penilaian akhir semester satu selama seminggu lebih. Sekarang waktunya mengasah life skill sesuai dengan passion mereka, ujar Tutik Susilowati. Sementara itu, Annura Wulan Darini, ketua panitia Preneur Day mengatakan, telah disiapkan sembilan jenis peminatan yang bisa diikuti sesuai pilihan siswa. Jenis minat itu adalah Batik Jumputan, Eco Print, Sablon, Phyrografi, Macrame, Barang Bekas Berkualitas, Meronce, Batik Canting, dan Lampu Hias Kamar. Kami telah mengundang narasumber profesional sesuai bidangnya. Para siswa selama dua hari belajar dan berkreasi sampai menghasilkan produk, kata Annura. Kelas peminatan ini akan berlangsung dua hari. Setelah itu produk hasil masing-masing peminatan akan dipamerkan saat pembagian rapor pada tanggal 17-18 Desember 2021. Kami akan mengundang wali murid untuk menyaksikan produk karya siswa. Kami juga akan adakan Charity Art Exibition. Di acara itu kami akan lelang produk karya siswa. Hasilnya 25 persen kami sumbangkan ke para korban bencana Semeru, terang Annura. Di kelas Eco Printing para siswa nampak antusias menata daun-daun di atas kain putih. Kain yang sudah ada daunnya itu digulung dengan kayu kemudian ditumbuk sampai keluar getah daun. Di kelas Batik Canting para siswa dikenalkan peralatan membatik. Juga dikenalkan berbagai pola batik. Setelah itu mereka memegang canting dan mulai membatik. M. Satya Mahardika kelas 8 yang ikut kelas Eco Printing mengatakan sangat senang karena mendapatkan pengetahuan baru. Ternyata dari daun-daun itu bisa menjadi bahan semacam cat yang nempel. Dan nampak bagus di atas kain, ujarnya bersemangat. Salah seorang narasumber profesional, Aris Dwi Pambudi, dengan telaten memandu para siswa di kelas Sablon. Bahan-bahan sudah disiapkan misalnya kertas minyak, lem kayu, pilok, sepon cuci piring, dan setrika. (ansor/abi)