portaltiga.com
Headline Intermezzo

Lagi Asyik Lari Pagi Tiba-tiba Kebelet BAB, Ini Lho Penyebabnya

Portaltiga.com – Saat sedang lari pagi, tak jarang keinginan untuk buang air besar (BAB) menjadi lebih tinggi. Apalagi, ketika Anda diterpa angin semilir pagi. Apa penyebabnya?

Rencana berolahraga seketika buyar karena perut mulas dan mendorong Anda buru-buru pulang untuk segera menuntaskannya.

“Ini sangat umum,” kata Todd Buckingham, ahli fisiologi olahraga untuk Mary Free Bed Sports Rehabilitation, seperti dikutip LiveStrong.

“Lebih dari 80 persen pelari pernah mengalami gangguan pencernaan di beberapa bagian.”

Jadi mengapa berlari membuat Anda ingin BAB? Berikut penjelasan Buckingham soal penyebab ingin BAB saat lari.

1. Tubuh terguncang
Getaran, hentakan, serta sentakan naik-turun yang dikirimkan ke seluruh tubuh saat lari dapat memicu keinginan untuk buang air besar.

“Dengan setiap gerakan kaki, Anda mengguncang dnyaan mendorong organ dalam Anda, mempercepat turunnya kotoran,” kata Buckingham.

“Ini menyebabkan kejang dan kontraksi terjadi di usus besar dan rektum, yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap buang air besar.”

Dia menambahkan bahwa pelari lebih rentan terhadap efek ini daripada atlet lainnya.

“Berlari lebih menggelegar secara fisik daripada olahraga lain, seperti bersepeda atau berenang,” kata Buckingham.

2. Adrenalin meningkat
Saat Anda berolahraga (atau bahkan berpikir untuk berolahraga), otak Anda melepaskan hormon adrenalin, juga disebut epinefrin. Adrenalin meningkatkan detak jantung Anda, memberikan aliran darah ekstra ke otot-otot di tempat kerja sehingga Anda dapat tampil dengan kecepatan dan kekuatan yang lebih besar.

Buckingham mengatakan bahwa adrenalin yang tinggi mendorong keinginan BAB juga meningkat.

Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang kuat dan menjelaskan mengapa adrenalin menyebabkan buang air besar, tapi ada beberapa spekulasi soal itu.

“Satu teori mendalilkan bahwa pada zaman prasejarah ketika manusia gua berlari dari harimau gigi pedang, adrenalin menyebabkan mereka buang air besar sehingga mereka akan lebih ringan dan bisa melarikan diri lebih cepat,” kata Buckingham.

3. Sistem pencernaan lambat
Olahraga mengubah aliran darah ke seluruh tubuh Anda. “Aliran darah Anda dialihkan ke mana pun oksigen paling dibutuhkan,” kata Buckingham.

“Jadi jika Anda berlari, lebih banyak darah mengalir ke kaki Anda, sementara jumlah yang menuju ke sistem pencernaan Anda terbatas.”

Akibatnya, kecepatan pencernaan Anda melambat dibandingkan saat Anda istirahat. Anda mungkin berasumsi bahwa pencernaan yang lebih lambat akan membuat kemungkinan untuk buang air besar lebih kecil.

Namun sebenarnya itu meningkatkan kemungkinan Anda terkena diare karena sistem GI Anda tidak dapat berfungsi seefisien mungkin.

“Selain itu, hormon yang dikeluarkan selama berolahraga menyebabkan lebih banyak air yang dilepaskan ke sistem pencernaan Anda,” kata Buckingham.

“Ini menyebabkan bolus (makanan yang dikunyah) menjadi lebih cair, yang menyebabkan tinja menjadi encer.”

Sumber: CNN Indonesia