portaltiga.com
Kabar Kita

Jamaah Dalailul Khairat Tambak Oso Berbaiat ke Ponpes Fathul Ulum Kwagean

Portaltiga.com – Sebanyak 150 jamaah Dalailul Khairat Desa Tambak Oso Kecamatan Waru, Sidoarjo mengakhiri bulan Maulid dengan berbaiat demi mendapatkan ijazah sanad kepada para ulama dan masyayikh Kota Kediri, Ahad (14/11/2021).

Jamaah yang terdiri atas bapak-bapak dan ibu-ibu itu berangkat pagi menumpang dua armada bus.

Jamaah ini adalah pengamal kitab Dalailul Khairat. Kitab ini berisi kumpulan shalawat Nabi yang disusun oleh pengarangnya berdasar jumlah hari, dari Ahad sampai Sabtu. Tujuannya agar bisa dijadikan wiridan setiap hari oleh para pengamalnya.

Pengarang Dalailul Khairat adalah Syeikh Abu Abdullah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli (w. 870 H.), seorang waliyullah besar kelahiran Maroko.

Sebagai wali besar, banyak karomah yang lahir dari tangan Syeikh al-Jazuli. Sebagai kumpulan kitab sholawat Nabi, Dalailul Khairat mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi umat.

Menurut Ustaz Nur Kholis, pimpinan jamaah, keutamaan mengamalkan Dalailul Khairat yang sangat masyhur di kalangan para pengamal wirid ini adalah cepatnya terkabul hajat yang diinginkan oleh para pembacanya.

“Sewaktu-waktu menginginkan suatu hal, mudah sekali keinginan tersebut terkabul. Namun meski begitu, hendaknya para pengamal Dalailul Khairat dalam membaca wirid ini bertujuan murni mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah) tanpa mengharap pamrih apa pun yang bersifat duniawi,” jelas Nur Kholis.

Mengutip Syeikh Yusuf an-Nabhani, sebelum mengarang kitab Dalailul Khairat ini, Syekh al-Jazuli bertemu dengan seorang anak kecil perempuan (shobiah) pada kesempatan yang tidak disengaja. Gadis kecil ini digambarkan sebagai seorang yang penuh karomah karena mengamalkan shalawat Nabi. Pada saat itu, Syeikh al-Jazuli pergi ke sebuah sumur untuk berwudu. Tiba-tiba, air dalam sumur kering.

Baca Juga: Keseruan Berayaan Peringatan Maulid Nabi Warga Desa Tambak Oso

Tidak berselang lama, seorang gadis kecil terlihat berdiri di atas tempat yang tinggi. Melihat Syeikh al-Jazuli kebingungan, gadis kecil itu meludah ke atas tanah. Atas izin Allah, air menyembur ke permukaan. Syeikh al-Jazuli pun berwudu menggunakan air yang muncul karena karomah itu.

Dalam kebingungan atas apa yang dialaminya, Syeikh bertanya pada gadis cilik itu atas derajat mulia yang dimilikinya. Gadis kecil itu menjawab karena sering membaca shalawat Nabi yang setiap kali berjalan di suatu tempat, binatang-binatang liar pun akan tunduk kepadanya.

Mendengar jawaban semacam itu hati Syeikh al-Jazuli tergetar. Lalu berkomitmen mengarang kitab Dalailul Khairat yang berisi shalawat penuh pujian puitis atas Nabi Muhammad SAW.

“Jamaah akan berkunjung ke KH Abd Hannan bin Ma’shum, pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean, Pare Kediri. Minta ijazah sanad Dalailu Khairat. Kemudian dilanjutkan ziarah ke makam KH Hamim Thohari Dzajuli (Gus Mik), makam Sayyid Sulaiman, dan berakhir di makam Syaikh Jumadil Kubro Troloyo,” tutup Nur Kholis. (anshor/abi)