Umum

Gubernur Jatim Serahkan Kajian Pengeboran Sumur ke Kementerian ESDM

  Portaltiga.com: Gubernur Jawa Timur Soekarwo akan menyerahkan hasil kajian tim geologi tentang rencana pengeboran sumur baru yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. "Nanti, kalau hasil kajian sudah keluar dari ahli geologi yang sudah ditunjuk maka akan menjadi rekomendasi ke pemerintah pusat," kata Soekarwo kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (16/1). Sebelumnya, Gubernur Jatim telah meminta para ahli geologi asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan beberapa akademisi dari universitas lainnya mengkaji untuk melihat manfaat dan bahaya jika dilakukan pengeboran sumur baru. Meski, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM tentang proses pengeboran dihentikan untuk dievaluasi, namun menurut Gubernur selaku kepala daerah harus tetap dilakukan kajian. "Kajian ini sangat penting untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat terkait aktivitas pengeboran karena trauma tidaklah mudah dihilangkan begitu saja," tutur mantan Sekdaprov Jatim ini. Bagaimana jika hasilnya tidak mempermasalahkan adanya pengobaran? Soekarwo menilai bahwa kelayakan tidak hanya dari satu sisi. "Kalau dari sisi teknis pengeboran layak, tapi masyarakat tak menghendaki karena takut maka harus dihormati. Stigma warga sangat penting dan jika diteruskan akan menjadi masalah sosial," ucapnya. Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini juga memastikan, selama masih ada penolakan dari masyarakat dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan kenyamanan maka Pemprov tidak akan setuju. Artinya, lanjut dia, jika masyarakat gelisah, trauma dan tidak sependapat maka pihak pengebor tidak bisa melanjutkan karena demi menjaga keamanan maupun ketertiban umum, sekaligus menghindari konflik. "Di dalam konsep pembangunan, keamanan dan kenyamanan itu menjadi prioritas utama," tegasnya. Sementara itu, usai dihentikannya izin pengeboran sumur gas, warga yang tinggal di kawasan Tanggulangin Sidoarjo, menggelar selamatan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur. "Kami trauma dengan peristiwa semburan lumpur yang dulu pernah mengakibatkan ribuan rumah tenggelam," kata Sutoyo, salah seorang warga setempat. (Bng)

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait