Go-Jek Temukan Cara Deteksi Driver Yang Gunakan Fake GPS

Portaltiga.com – Go-Jek menghimbau kepada para driver agar tak melakukan kecurangan saat menerima order. Pasalnya, Go-Jek saat ini telah memiliki sistem yang bisa mendeteksi para driver yang ingin berbuat curang.

Salah satu yang cukup meresahkan Go-Jek adalah para driver yang menggunakan aplikasi Fake GPS untuk memalsukan keberadaan mereka. Melalui aplikasi ini, para driver dapat berada di lokasi yang jauh dari lokasi konsumen.

Go-Jek akan memberikan notifikasi kepada driver yang masih menggunakan aplikasi Fake GPS agar menghapus aplikasi tersebut.

Namun, jika mereka masih bandel menggunakan Fake GPS. Go-Jek mengaku sudah menyiapkan sanksi. Akibat yang diterima driver jika masih menggunakan aplikasi tersebut adalah bonus yang tak cair hingga akun yang di-suspend.

“Setelah sosialisasi (dikirim notifikasi) mereka diberi waktu selama tujuh hari untuk uninstall. Masih belum unistall juga akan ada diskualifikasi bonus, tidak bisa keluar. Selain itu ada juga suspensi jadi akun mereka bisa di-suspend,” ujar VP of Corporate Communication Go-Jek, Michael Reza Say, Rabu (27/3/2018).

“Eskalasi sanksinya sendiri berlaku seumur hidup pemakaian aplikasi (Go-Jek). Jika kapanpun mereka tiba-tiba install Fake GPS lagi, ada sanksi selanjutnya,” sambungnya.

Ia melanjutkan, kebijakan ini dianggap penting mengingat keberadaan aplikasi Fake GPS selama ini merugikan driver yang berlaku jujur. Mereka yang tak menggunakan Fake GPS kesulitan mendapatkan pesanan (orderan).

“Ini sudah cukup meresahkan mitra driver kami karena dengan banyaknya driver yang tidak jujur menggunakan Fake GPS, jadinya banyak driver yang jujur, yang tidak pakai aplikasi Fake GPS ini, jadi susah dapat order,” imbuhhnya.

Ciri driver yang menggunakan aplikasi Fake GPS menurut Michael, biasanya terlihat di peta dekat konsumen, namun kenyataanya berada di lokasi yang jauh. Mereka biasanya mengincar tempat-tempat keramaian agar banyak mendapatkan orderan.

Konsumen yang mendapatkan driver dengan Fake GPS bakal menunggu lebih lama dari waktu yang seharusnya. Hanya saja, masih menurut Michael, ini bisa saja tak berlaku jika kondisi trafik pesanan memang sedang tinggi. (dtc/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION