Dosen Umsida Dorong Penguatan SDM hingga Digitalisasi Bisnis Kopi Luwak

Dosen Umsida saat mengunjungi Kawasan Kopi Luwak Cikole (KLC)

Portaltiga.com – Empat dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), digitalisasi, hingga tata kelola usaha dalam pengembangan bisnis kopi luwak di kawasan Kopi Luwak Cikole (KLC).

Gagasan tersebut disampaikan dalam kegiatan kolaborasi pengabdian masyarakat internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah yang melibatkan akademisi dari Indonesia, termasuk Asst. Prof. Dr. Sugandh Arora dari Symbiosis School of Economics dari India.

Dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu (28/4/2026) ini, Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FBHIS Umsida) mengutus empat dosennya untuk berbagi pengetahuan. Keempat dosen tersebut ialah Dr. Sumartik, S.E., M.M., Prof. Sriyono, S.E., M.M., Prof. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., serta Istian Kriya A., M.Kom.

Dosen Umsida, Dr. Sumartik, menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan pasar. Menurutnya, SDM yang tersertifikasi menjadi fondasi utama dalam membangun usaha yang profesional.

Sementara itu, Istian Kriya menyoroti perlunya optimalisasi platform digital, khususnya website, untuk memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan webstore dinilai mampu memperkuat promosi sekaligus membuka akses konsumen hingga tingkat global.

Pandangan tersebut diperkuat Prof. Sriyono yang melihat kopi luwak sebagai produk premium dengan potensi pasar besar, terutama bagi wisatawan kelas menengah ke atas yang mencari pengalaman unik.

Di sisi lain, Prof. Sigit Hermawan menegaskan bahwa keberhasilan usaha sangat ditentukan oleh tata kelola yang baik. Ia menyebut pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, serta pengendalian persediaan harus didukung sistem akuntansi yang terstruktur.

Baca Juga : PSPB Umsida Diskusi Buku Puisi Golek Karya F. Aziz Manna

“Kemajuan usaha kopi luwak sangat dipengaruhi oleh tata kelola yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, sistem yang tertata tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor dan konsumen serta membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat.

Baca Juga : Mahasiswa Manajemen Umsida Borong Penghargaan di Kompetisi INCODE-3 2026

Dalam kesempatan yang sama, Sugandh Arora memaparkan praktik pengembangan industri teh di India yang dinilai berhasil menembus pasar global. Ia menekankan pentingnya standar kualitas, sertifikasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai kunci utama.

Model tersebut dinilai relevan diterapkan dalam pengembangan bisnis kopi luwak, sejalan dengan dorongan penguatan SDM, digitalisasi, branding produk premium, serta tata kelola usaha yang profesional.

Melalui kolaborasi ini, sinergi antara akademisi dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing kopi luwak, baik di pasar nasional maupun internasional.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru