Dosen Unitomo Latih Warga Kampung Warna-Warni Greges Surabaya Olah Sampah Jadi Eco-Enzyme

Tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. (Foto: Ist)

Portaltiga.com - Tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme bersama warga Kampung Warna-Warni Greges, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan area industri.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Vieta Imelda Cornelis, S.H., M.Hum. bersama tim dosen lintas disiplin, yakni Dr. Drs. Sucipto, M.Si., Sri Sukmana Damayanti, S.H., M.Kn., Dr. Dudik Djaja Sidarta, S.H., M.Hum., dan Agustiawan Djoko Baruno, S.E., M.M. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Unitomo dari Fakultas Hukum serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berperan dalam pendampingan warga selama pelatihan.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan sosialisasi mengenai eco-enzyme, mulai dari pengertian, sejarah, manfaat, hingga proses pembuatannya. Tim dosen menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayuran dapat diolah menjadi cairan ramah lingkungan yang bermanfaat untuk mengurangi bau, membersihkan saluran air, serta menekan pencemaran lingkungan.

Antusiasme warga terlihat dari diskusi interaktif selama pelatihan. Berbagai pertanyaan muncul terkait komposisi bahan, teknik pencampuran, hingga proses fermentasi eco-enzyme yang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Warga diajak menakar bahan, mencampur komposisi, serta memahami tahapan fermentasi dengan benar.

Baca Juga : Penarikan Mahasiswa KKN-BBK 6 Unair di Kecamatan Asemrowo: WUjud Kolaborasi dengan Masyarakat

“Pelatihan ini dirancang agar mudah diterapkan oleh warga, sehingga mereka dapat mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dr. Vieta dalam siaran pers, Senin (2/2/2026).

Sebagai penutup kegiatan, eco-enzyme hasil fermentasi dituangkan ke saluran air di sekitar permukiman sebagai simbol komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan. Aksi ini menggunakan eco-enzyme yang telah disiapkan tim dosen maupun hasil fermentasi bersama warga.

Baca Juga : Tingkatkan Kesadaran Gizi Anak, Mahasiswa KKN-BBK UNAIR Usung Program Unggulan Gizi Bunda

Lurah Tambak Sarioso, Gani Nurcahyono, S.H., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan eco-enzyme dapat menjadi kebiasaan positif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus menjadi contoh praktik hidup ramah lingkungan di kawasan perkotaan Surabaya.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru