Balai Bahasa Jatim Uraikan Capaian 2025, Perkuat Literasi hingga Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Puji Retno Hardiningtyas saat memaparkan capaian kinerja balai bahasa jawa timur

Portaltiga.com – Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 dalam kegiatan Taklimat Media, sekaligus menyampaikan arah kebijakan dan program prioritas pada 2026.

Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, menegaskan capaian tahun ini menjadi pijakan penting untuk memperluas dampak kebahasaan dan kesastraan di daerah.

“Program prioritas kami ada empat, yaitu peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, perlindungan bahasa dan sastra Indonesia, serta internasionalisasi bahasa Indonesia,” ujar Puji Retno, Rabu (17/12/2025).

Dalam bidang pemartabatan bahasa Indonesia, Balai Bahasa Jawa Timur mendorong pengutamaan penggunaan bahasa negara di ruang publik. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 serta rencana kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Jawa Timur perlu kolaborasi lintas daerah, salah satunya dengan mempertemukan sekda-sekda se-Jatim untuk bersama-sama mengawasi penggunaan bahasa Indonesia,” kata Puji Retno.

Sementara itu, pada program peningkatan literasi, Balai Bahasa Jawa Timur memfokuskan intervensi pada sekolah-sekolah dengan capaian asesmen rendah. Pendekatan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari penguatan literasi dasar bagi siswa SD hingga kemampuan membaca kritis dan analitis di tingkat SMA.

“Mengulas buku cerita anak untuk siswa SD, membaca cepat untuk SMP, dan membaca kritis serta analitis untuk SMA adalah langkah strategis yang terus kami lakukan,” tuturnya.

Baca Juga : BBP Jatim Adakan Kegiatan Telaah dan Uji Coba Buku Saku BIPA

Ke depan, Balai Bahasa Jawa Timur juga menyiapkan program masif berupa penyusunan buku saku bahasa Indonesia bagi pelaku wisata di destinasi wisata unggulan. Program ini diharapkan mampu membekali pelaku wisata agar dapat berkomunikasi dengan wisatawan asing sekaligus mendukung promosi pariwisata daerah.

“Ini bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah gencarnya promosi desa wisata di Jawa Timur,” ujarnya.

Baca Juga : BBP Jatim Gelar Bimtek Guru Master Bahasa Jawa untuk Revitalisasi Bahasa Daerah 2025

Dalam upaya pelestarian bahasa daerah, Balai Bahasa Jawa Timur tetap menyasar generasi muda penutur asli, khususnya di tingkat SD dan SMP. Namun, Puji Retno mengakui masih terdapat tantangan keterbatasan tenaga pendidik berlatar belakang bahasa daerah.

“Bahasa daerah seperti Madura dan Using belum memiliki jurusan khusus, sehingga perlu kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah,” katanya.

Menjawab tantangan transformasi digital, Balai Bahasa Jawa Timur juga meningkatkan kompetensi pegawai dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Meski demikian, penggunaan AI tetap dibatasi agar tidak menghilangkan orisinalitas karya kebahasaan dan kesastraan.

“Kami tidak anti-AI, tetapi penggunaannya harus bijak. Orisinalitas karya tetap menjadi prinsip utama Balai Bahasa,” tegas Puji Retno.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru