Kisah Perselingkuhan Digemari, tapi 85,17% Orang Tak Ingin Berselingkuh

Portaltiga.com - Awal tahun ini publik diramaikan dengan series Layangan Putus yang mengangkat tema perselingkuhan. Namun, nyatanya topik tersebut saat ini kembali ramai diperbincangkan setelah beberapa tokoh publik terlibat dalam isu perselingkuhan yang terjadi dalam rumah tangganya.

Contohnya seperti yang terjadi dalam rumah tangga Reza Arap dan Wendy Walters, lalu Ayu Dewi dan suaminya Regi Datau, hingga yang terbaru kasus rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Terkait isu yang sedang ramai diperbincangkan, beberapa waktu lalu Cabaca bersama Jakpat melakukan survei dengan topik perselingkuhan. Melibatkan 209 responden, ada beberapa hal menarik yang didapat.

Dari hasil survei, sebesar 75,60% mengaku tidak dapat memaafkan pasangannya jika diketahui berselingkuh. Selain itu sebesar 85,17% responden mengaku tidak pernah terlintas di benaknya untuk berselingkuh.

Dari survei tersebut dapat dilihat jika lebih dari setengah responden memilih tidak memaafkan jika pasangannya berselingkuh. Hal ini dapat terjadi karena kepercayaan yang telah diberikan dan dibangun nyatanya dirusak dan tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga menyebabkan kepercayaan akan hilang dan memilih tidak melanjutkan sebuah hubungan.

Isu mengenai perselingkuhan diiringi pula dengan topik trust issue yang ramai dibicarakan. Trust issue merupakan sulitnya menaruh kepercayaan terhadap seseorang akibat sebelumnya dikecewakan atau dikhianati.

Melihat hal yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan, publik di dunia maya mengkhawatirkan kepercayaan mereka terhadap seseorang, terutama tokoh publik yang terlibat dengan isu perselingkuhan yang dinilai memiliki citra yang jauh dari hal itu, dan tampak baik-baik saja. Dari situ banyak yang menyimpulkan perselingkuhan dapat dilakukan oleh siapa saja meskipun memiliki citra yang bagus.

Selain itu, dari survei yang dilakukan, terdapat beberapa judul cerita, film, atau drama dengan topik perselingkuhan yang diakui responden berkesan bagi mereka. Sebut saja Layang Putus yang tayang awal tahun ini, lalu drama Korea The World of Married, VIP, Penthouse, Cruel Temptation, My Dangerous Wife, The Hymn of Death, Mine hingga dorama Jepang seperti Gisou Furin dan Fishbowl Wives.

Responden mengaku mereka menyukai cerita mengenai topik perselingkuhan karena konflik yang disajikan, karakter wanita yang kuat, karena topik tersebut sedang tren, lalu sebagai hiburan, plot cerita, hingga karena relate dengan apa yang dialami. Meskipun begitu, sebagian responden juga ada yang tidak menyukai karena terlalu menguras emosi dan ceritanya yang bikin kesal.

Selain judul-judul drama tersebut, ada pula cerita-cerita yang dituangkan dalam sebuah novel dengan topik perselingkuhan dan trust issue yang menjadi salah satu pilihan pembaca. Seperti yang terdapat di Cabaca, platform baca dan menulis digital ini memiliki novel dengan topik serupa. Seperti novel Sekali Lagi di Helsinki karya Eva Stremova yang bercerita tentang Ada, seorang perempuan yang mengalami dua kali kegagalan dalam rumah tangga hingga membuatnya mengalami krisis kepercayaan pada lawan jenis.

Masa lalu yang menuntutnya menjadi perempuan sempurna-pandai memasak, mampu mengurus rumah dan suami hingga memiliki buah hati, justru membuatnya ingin bebas, menjadi perempuan yang bisa hidup di atas kakinya sendiri. Di Helsinki, dalam proyek seminar atas bukunya yang telah terbit, Ada bertemu Mika. Berbeda dengan Ada, Mika yang telah siap melangkah lebih jauh terus berusaha mendekati wanita itu untuk menjalin komitmen-sekali lagi.

Ada pula novel Heal The Broken Past karya Amelia Erliana, lalu novel How to Move On in 7 Days karya Rina Sui, novel We’ll Carry On karya Respati Kasih yang sudah dibaca hingga 12.880 pembaca, dan novel Dangerous Affair karya Jokris yang bahkan sudah dibaca lebih dari 18.550 pembaca yang mengangkat isu tentang perselingkuhan.

Seperti yang dikatakan oleh Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca, cerita perselingkuhan terlihat banyak digemari pembaca.

"Hal ini seolah membuktikan alih-alih mendapat hiburan semata, konsumsi konten seperti novel dilakukan lebih karena seseorang merasa relate dengan kehidupannya atau isu yang merebak di sekitarnya,” ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (6/10/2022).

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru