Wali Kota Risma Emosional, Disebut Layaknya Drakor

Portaltiga.com – Emosi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang kerap terumbar di depan publik mendapat kritikan. Apalagi pada saat ini Risma telah memasuki masa akhir menjabat.

Salah satu yang mengkritisi sikap Risma adalah Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jatim Bidang Media & Komunikasi Publik, Vinsensius Awey.

Menurut Awey, sapaan akrabnya, ada dua kemungkinan soal sikap emosionalnya Wali Kota Risma yang kerap terumbar ke publik. Karena memang sudah bawaan dari lahir atau untuk memberi citra watak seorang pemimpin kepala daerah.

“Atau merupakan tuntutan skenario layaknya drama Korea (DraKor) atau personal branding. Tapi sebagai penentu keputusan dan panutan staf, maupun masyarakat, setidak tidaknya seorang pemimpin harus memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi,” jelasnya, Sabtu (20/6/2020).

“Memimpin itu tidak mudah, namun tidak semua hal diselesaikan dengan cara marah-marah, disikapi dengan temperamen,” tambah Awey.

Sebagai kepala daerah, Kemarahan seorang kepala daerah, dinilai kurang elok dilakukan seorang pemimpin.

Dia melanjutkan, selain miliki kecerdasan intelektual, seorang pemimpin juga harus bisa mengenali emosi, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, memiliki empati dan juga membina hubungan.

“Mengenai mengapa Bu Risma suka marah-marah, memang setiap pemimpin memiliki karakter pemimpin masing- masing. Punya style masing-masing, tapi sepatutnya tidak seperti itu,” ujar pria yang juga mantan anggota DPRD Kota Surabaya ini.

Namun banyak juga masyarakat tertarik dan bangga kalau melihat pemimpinnya tampak marah-marah di depan media. Seperti Pak Ahok, Bu Risma dan ada beberapa kepala daerah yang sering kerap marah-marah di depan media.

“Mungkin sebagian masyarakat melihat itu adalah sebuah tontonan yang menunjukkan keseriusan pemimpin dalam bekerja,” paparnya.

“Menunjukkan kinerja yang baik dari seorang pimpinan daerah untuk berupaya keras adanya perbaikan. Sehingga dengan cara marah seperti itu justru mendapat simpati dari masyarakat luas,” sambungnya.

Jadi, menurut Awey, ada baiknya kecakapan dalam manage emosi jauh lebih baik dilakukan seorang kepala daerah. Karena menurutnya masih ada daerah yang berhasil lantaran pemimpin yang bijaksana. (tea/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »