portaltiga.com
Intermezzo

Tol Suramadu Turun, Penyeberangan Ujung-Kamal Terancam Gulung Tikar

pelabuhan ujung-kamal

 

portaltiga.com:Setelah Presiden Joko Widodo meberikan persetujuan dengan memberikan tarif biaya masuk Jembatan Suramadu sebesar 50, maka Pelabuhan Ujung Surabaya – Kamal Madura terancam tutup.
Jika sampai benar-benar tutup, maka masyarakat yang biasa melewati penyerangan ujung-kamal harus memutar lebih jauh melewati Suramadu yang melintas wilayah Bangkalan, Madura.
Tentu saja kekhawatiran ini ju diungkap Kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur, Khoiri Soetomo.
“Menggratiskan Suramadu itu itu baik. Pemerintah membantu masyarakat yang melintas Suramadu. Tapi masyarakat yang melintas di Ujung-Kamal ini juga warga Indonesia. Apa solusinya bagi mereka kalau pelabuhan terancam tutup.” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Ujunga-Kamal, (5/2).
Khoiri menjelaskan, Dermaga Penyeberangan Ujung-Kamal yang semula komersil, sejak Tol Suramadu berdiri, berubah menjadi perintis.
Sebab, masyarakat banyak yang melewati Suramadu sejak 2009 lalu. Akibatnya, jumlah Kapal Feri yang semula 18 unit, menjadi enam unit. Dan ketika sepeda motor sudah digratiskan melewati Suramadu sejak tahun lalu, jumlah kapal Feri tinggal 3 unit yang dioprasikan karena sepinya penumpang.
Tiga Kapal Feri yang masih bertahan itu, menurutnya, sebenarnya sudah merugi. Namun, perusahaan tetap bertahan karena diminta pemprov Jatim untuk beroprasi.
“Sebenarnya kita bisa saja beralih ke penyerangan lain. Tapi kita diminta pemprov untuk bertahan. Dan kami juga tahu diri, bahwa ujung kamal merupakan perintis bagi perusahaan kami sejak dulu. Kalau kita tutup, apa mereka pengguna jasa penyeberangan itu tidak nangis?” lanjutnya.
Keluhan yang sama juga dirasakan para pengguna jasa penyeberangan ujung kamal.
“Ya jangan ditutup. Bagaimana dengan kita kalau menyeberang ke Madura. Rumah saya di kabupaten Kamal Madura. Kalau lewat Suramadu berarti saya harus lewat kabupaten Bangkalan. Padahal tempat kerja saya ada di Tanjung Perak.” kata Samrani, warga Madura.(Bud)