Tidak Mencalonkan, Sambari Janji Netral pada Pemilukada Gresik 2020

Portaltiga.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan pihaknya akan bersikap netral pada Pemilukada yang akan berlangsung pada 23 September 2020 mendatang. Pernyataan sikap netral itu disampaikan pada rapat Forkopimda Gresik, Kamis (28/11/2019) di Ruang Graita Eka Praja Pemkab Gresik.

Selain itu, Sambari juga menyatakan dirinya tidak akan mencalonkan menjadi Wakil Bupati Gresik atau turun jabatan untuk periode depan.

Pernyataan politisi Golkar itu terkait penyebutan oleh Ketua KPU Gresik Akhmad Roni yang memaparkan tentang pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang menyebut calon diajukan oleh Partai Politik/Gabungan Partai Politik, Perseorangan, dan Tidak boleh “turun jabatan”.

Bagi PNS, DPR/DPRD, BUMN/D, TNI/Polri, serta Kepala Daerah Lain maka harus mengundurkan diri terlebih dahulu.

“Meskipun diperkenankan sekalipun, Saya tidak akan mencalonkan diri menjadi Cawabup atau turun jabatan,” kata Sambari.

Selain seluruh anggota Forkopimda, pada Rapat kali ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim, Ketua DPRD Gresik, Ketua KPU dan perwakilan dari Bawaslu Gresik, seluruh Kepala OPD, dan Muspika se Kabupaten Gresik.

Memang selama ini muncul desas desus bahwa ada kemungkinan Bupati Sambari yang masa jabatannya berakhir pada 17 Pebruari 2021 akan mencalonkan menjadi Cawabup Gresik untuk Pemilukada mendatang. Kini jelas bahwa orang nomer satu di Gresik ini sudah menyatakan tidak akan mencalonkan diri pada pemilukada Gresik 2020.

Ia juga menyampaikan dari pantauan selama ini, bahwa meskipun Pemilukada Gresik sudah di ambang pintu, namun di Gresik masih tetap tenang.

“Saya belum menjumpai adanya pemasangan banner dan foto secara massive. Keadaan ini menurut saya juga baik. Mungkin para bakal calon pasangan Bupati tengah mendukung pemerintah dalam kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Pernyataan bupati yang menjabat dua periode ini ditanggapi oleh Ketua DPRD Gresik Ahmad Yani, menurutnya meskipun gambarnya sedikit atau bahkan tidak ada, namun di media social sudah ramai. Jadi yang meramaikan pemilukada Gresik ini adalah kaum milenial.

“Di medsos sudah ramai tentang Pemilukada Gresik ini, terutama generasi milenial. Tapi kalau melihat di lapangan memang masih sepi baliho dan sebagainya,” ujar Yani.

Pada Pemilukada 2020, Ketua KPU Gresik Akhmad Roni telah mengajukan anggaran Pemilukada sebesar Rp. 74 miliar. Dari jumlah itu, Roni mengaku 71,4% dialokasikan untuk honor termasuk honor ad hoc dan 28,6% untuk kebutuhan barang dan jasa.

“Pemilukada kali ini menggunakan sistem pemilihan satu putaran, jadi tidak ada Putaran Kedua. Calon yang memperoleh Suara terbanyak ditetapkan sebagai pemenang, tanpa adanya batasan minimal. Pasangan calon tunggal dinyatakan sebagai pemenang,apabila memperoleh 50 % Suara atau lebih,” kata Roni. (tbk/abi)

JOIN THE DISCUSSION