portaltiga.com
Ekbis

Tanpa Sosialisasi, Penggantian LPG 3 Kg ke Bright Gas Dinilai Langgar UU Perlindungan Konsumen

Portaltiga.com – Rencana pemerintah dan Pertamina yang mengganti program LPG 3 kg dengan varian baru yaitu Bright Gas 5,5 kg, dinilai Komisi VI DPR RI melanggar UU Konsumen No 8 tahun 1999.

Menurut anggota Komisi VI  DPR RI Bambang Haryo, sebelum menarik peredaran tabung LPG 3 kg tersebut, seharusnya pihak Pertamina melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

“Perlu ada sosialisasi dan keuntungannya menggunakan Bright Gas tersebut. Perlu juga uji kelayakan apakah tabungnya layak dan diterima oleh masyarakat apa tidak. Kalau tak dilakukan sudah jelas pemerintah lakukan pelanggaran,” ungkapnya saat ditemui di Surabaya, Sabtu (16/12/17)

Kata Bambang Haryo, masyarakat bisa melakukan class action jika hal tersebut benar-benar dilakukan.

”Tanpa ada sosialisasi tentunya hak masyarakat dilanggar oleh pemerintah dan  tentunya sanksi dari UU perlindungan konsumen tersebut sangat berat,” jelasnya.

Ditambahkan oleh politisi asal Partai Gerindra ini, sudah saatnya pemerintah menyedikan CNG (Compressed Natural Gas) di masyarakat dalam pemenuhan gas di Indonesia.

“Jaman dulu sewaktu jaman Belanda,  di Surabaya sudah ada  itu CNG dan harga dari CNG tersebut lebih murah dari harga LPG yang yang disubsidi seperti saat ini,” ujarnya.

Bambang Haryo mengakui kalau pemasangan CNG tersebut saat ini sedang dirintis oleh PGN (Perusahaan Gas Negara) namun oleh PGN penetrasinya kurang maksimal. (ars/abi)

Related posts

Ini 13 SPBU di Sulteng Siap Layani Masyarakat

admin

Harga Terbaru BBM Per 5 Januari 2020

admin

Dukung Kelestarian lingkungan, Pertamina EP Berikan 5.000 Bibit Mangrove Dan 2 Perahu Di Kebun Raya Mangrove Surabaya

admin