portaltiga.com
Umum

Tak Bertanggungjawab, KBIH Arafah Dilabrak Keluarga Calon Haji

 

Portaltiga.com: Dianggap tidak bertanggungjawab atas nasib 177 jamaah calon haji ilegal yang ditahan di Pilipina, keluarga jamaah calon haji yang tertipu di Pilipina melabrak pemilik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Kejadian ini sudah satu minggu, tapi tidak ada kabar sama sekali nasib para jamaah di Pilipina. Mana tanggungjawab KBIH,” kata Saiful Anam, putra Sumiyati bin Katiran saat mendatangi KBIH Arafah di Jalan Sutomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/8).

Sumiyati termasuk salah satu jamaah calon haji asal Prigen, Pasuruan, Jatim dari 177 jemaah yang kini ditahan di Imigrasi Pilipina. Selain Sumiyati, masih ada 11 calon haji asal Pasuruan, serta dua calon haji asal Sidoarjo mengalami musibah yang diberangkatkan oleh KBIH Arafah.

Aksi nekas Saiful Anam bersama sejumlah keluarga calon haji mendatangi kantor KBIH Arafah, dilakukan setelah pertemuan dengan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf di Balai Desa Bulu Kandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/8).

Sebelum melabrak pemilik KBIH, Nurul Huda, sempat terjadi pertemuan antara Gus Ipul dengan Nurul Huda di ruang tamu kediaman Nurul Huda. Namun, pertemuan tidak menghasilkan apa-apa karena Andik, pemilik biro perjalanan haji di Jakarta tidak bisa dihubungi.

Gus Ipul pun dibuat kecewa dan akhirnya memilih meninggalkan Nurul Huda. Kesempatan ini, langsung dimanfaatkan Saiful untuk melabrak Nurul Huda. Dengan nada keras, Saiful mengecam sikap KBIH yang tidak bertanggungjawab atas musibah yang dialami ratusan jamaah calon haji di Pilipina.

Kejadian itu tak luput dari bidikan puluhan wartawan dan reporter televisi langsung meliputi kejadian tersebut. “Sudah dua hari ini saya mencari sampean (Nurul Huda-red), tapi tidak ketemu. Coba kalau ketemu, tidak tahu apa yang akan terjadi,” ucapnya.

Menurutnya, dua hari setelah kejadian, seharusnya KBIH menghubungi pihak keluarga calon haji. Namun, hal itu tidak dilakukan hingga membuat keluarga gelisah. Mereka justru mengetahui kejadian dari televisi.

“Saya tahunya dari berita di televisi kalau calon haji yang berangkat ke Filipina tak bisa berangkat. Semua keluarga tidak bisa makan, minum, dan tak bisa aktivitas apapun karena khawatir dengan ibu,” tuturnya.

Dia menampik peristiwa itu terjadi karena keterlambatan dari KBIH. “Ini bukan terlambat. Tapi, KBIH tidak punya etika. Masak ada kejadian yang menimpa calon haji yang diberangkatkan, KBIH diam saja. Ini namanya tidak bertanggungjawab,” kecamnya lagi.

Nurul Huda sendiri terdiam lesu. Dia sulit berbicara, termasuk menanggapi pertanyaan wartawan. “Saya mohon maaf atas keterlambatan menyampaikan informasi ini. Bukannya tak merespon, tapi menunggu waktu yang tepat saja,” ucapnya sambil menenggak air putih. (Bmw)