Suramadu Gratis, Jokowi Ingin Kemiskinan Madura Berkurang 7%

Portaltiga.com – Jembatan Suramadu tak lagi berbayar, jembatan dengan panjang 5,4 km ini telah digratiskan oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo) pada Sabtu (27/10/2018).

Sebelumnya pembangunan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura dicanangkan presiden Megawati Soekarno Putri tahun 2003 dan kemudian diresmikan presiden SBY(Susilo Bambang Yudhoyono) tahun 2009.

Biaya tol nol rupiah ini diresmikan Jokowi dengan tujuan menggenjot peningkatan ekonomi Madura dengan asumsi biaya logistik lebih mudah dan murah. Ini juga berfungsi untuk menarik investor masuk ke Madura dan ikut menyumbang pembangunan Infrastuktur.

Di sisi lain ada sedikit pertanyaan, setelah Jembatan Suramadu di gratiskan bagaimana perawatan serta keamanan. Menurut Humas Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso bahwa pengelolaan sementara masih dipegang Jasa Marga.

“Jasa marga masih melakukan pengaturan lalu lintas dan pengelolaan untuk 2 bulan kedepannya. Setelah itu jembatan Suramadu menjadi jalan nasional, kemudian penanganan diserahkan BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura),” jelas Dwimahan.

Presiden Jokowi hadir jam 12.00 tapi ada perubahan jadwal, Jokowi datang jam 16.15 memakai kemeja putih dan celana kain hitam sesuai ciri khasnya dan tak ketinggalan kopiah hitam.

Dalam pidatonya menjelaskan usaha mengharuskan tol ini untuk mempercepat kan ekonomi Madura pada khususnya.

“Angka kemiskinan di Madura sendiri masih terlalu tinggi dibandingkan didaerah lainnya, jika di Surabaya berkisar 4-7 persen tapi di Madura mencapai 16-23 persen, hingga akhirnya ada usulan dan desakan para ulama, kyai, bupati dan masyarakat maka jembatan Suramadu ini akan diresmikan sebagai jalan umum non tol,” ujar Jokowi lagi.

Ditambahkan Jokowi bahwa memang adanya tol maka ada pemasukan tapi itu tak sebanding dengan tingkat ekonomi Madura yang tertinggal jauh dari wilayah lainnya. Jokowi berharap jembatan Suramadu menjadi penghubung ekonomi kedalam Madura hingga mampu menarik investor mulai dari perumahan, industri atau pariwisata. (fey/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION