Surabaya Raya Terapkan Transisi New Normal 14 Hari

Portaltiga.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya resmi berakhir. Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya bersiap melakukan transisi menuju New Normal selama 14 hari.

Hal itu diputuskan setelah ketiga pemda itu bersama Gugus Tugas Covid-19 Jatim menggelar rapat evaluasi dan rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya selama dua hari, Minggu dan Senin, 7-8 Juni 2020.

“PSBB (Surabaya Raya) tidak dilanjutkan. Bukan provinsi lho ya (yang memutuskan, tapi tiga pemda Surabaya Raya),” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono.

Keputusan itu dikuatkan dengan peraturan wali kota dan peraturan bupati oleh tiga daerah masing-masing. Perwali dan Perbup itu akan disempurnakan hingga dalam hal teknis pada rapat lanjutan yang akan digelar pada Selasa besok, 9 Juni 2020.

BACA JUGA: Sejumlah Fraksi DPRD Surabaya Inginkan Masa Transisi Sebelum New Normal

“Ruhnya adalah masa transisi. Masa transisinya tadi sudah diputuskan selama 14 hari,” ujar Heru

Kesepakatan ini diambil oleh seluruh kepala daerah di Surabaya Raya, antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini; Bupati Sidoarjo Muhammad Nus Syaifudin; dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Risma misalnya, mengaku sudah menyusun draft peraturan wali kota (perwali) terkait penerapan protokol kesehatan pada masa transisi PSBB ini. Protokol ini akan diterapkan di semua sektor, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, industri, warung kopi hingga toko kelontong.

“Kami akan atur (protokol kesehatan) hingga ke tempat terkecil. Karena kami yakin itu cara yang efektif untuk menekan penyebaran Covid-19,” kata Risma.

Risma menjelaskan, pihaknya sepakat tidak memperpanjang PSBB lantaran desakan ekonomi. Pihaknya khawatir jika PSBB diteruskan, ekonomi masyarakat kian melemah. Di masyarakat, kata dia, juga banyak yang mengeluh atas kebijakan PSBB.

“Kami harap kita tetap bisa melaksanakan aktifitas ekonomi. Tapi protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat. Nanti akan kami libatkan TNI dan juga Polri,” ujarnya.

Senada, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan kasus Covid-19 di Gresik mayoritas dari wilayah lain. Kasus yang murni dari Gresik, kata Sambari, hanya 42 kasus. Maka, untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah protokol kesehatan.

“Selama New Normal, masyarakat masih wajib memakai masker, pemeriksaan suhu, cuci tangan menggunakan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan disinfektan,” katanya.

Untuk memperkuat penerapan New Normal, kata Sambari, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan. Tujuannya agar warga taat menerapkan protokol kesehatan, terutama di pusat keramaian seperti mal dan pasar.

BACA JUGA: Masyarakat Jenuh di Rumah, PKB Dukung New Normal tapi…

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, meski tidak memperpanjang PSBB, pihaknya akan tetap melakukan penguatan dalam pencegahan Covid-19. Penguatan tersebut akan dilakukan di tingkat desa.

“Desa-desa nantinya diharapkan bisa membentuk kampung tangguh. Saya kira ini yang cukup efektif menekan Covid-19,” katanya.

Penguatan protokol kesehatan, kata Nur Syaifusin juga akan dilakukan di mal dan perusahaan. Salah satunya dengan pembatasan kapasitas manusia di dalamnya. Pihaknya juga ingin check point di perbatasan untuk dikurangi atau bahkan dihilangkan.

“New normal kami pilih karena memperhitungkan kondisi warga saat ini. Jika new normal diterapkan, maka warga bisa berangsur beraktivitas normal kembali,” katanya. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »