SSC: La Nyalla Masih Berpeluang Maju di Pilgub Jatim

Portaltiga.com – Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mattalitti dinilai memiliki peluang untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018. Peluang La Nyalla menjadi bakal calon gubernur (bacagub) didasari pada realita politik yang sampai sekarang masih kabur.

“Konsentrasi kita, seolah-olah hanya PAN saja. Padahal, realita politik sampai hari ini masih ada beberapa partai politik (parpol) yang belum mengeluarkan rekomendasi resmi,” kata Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo kepada wartawan di Surabaya, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, realita politik sampai hari ini ada beberapa parpol lain, seperti Nasdem, PPP, PKS yang belum memberikan rekom resmi kepada cagub. Melihat realitas itu, maka tidak ada yang tahu akrobat politik itu bisa terjadi kapan dan dimana saja.

“Nah, ini celah bagi La Nyalla untuk melakukan komunikasi intens kepada parpol itu. Saya rasa peluang itu ada setelah melihat isi surat tugas dari DPP Gerindra kepada La Nyalla,” ujarnya.

Dua poin surat tugas yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai GerindraPrabowo Subianto itu, yakni memastikan dukungan partai lain untuk melengkapi persyaratan pencalonan dan menyediakan kelengkapan pemenangan. La Nyalla diberi waktu sepuluh hari hingga tanggal 20 Desember untuk dapat memenuhi syarat tersebut.

“Yang jelas tanggal 8 Januari 2018 batas waktu pendaftaran. La Nyalla diberi batas waktu sepuluh hari untuk memenuhi syarat dari partainya. Artinya, masih ada waktu dua hingga tiga minggu untuk mencari partai koalisi,” ungkapnya.

Karena itu, tegasnya, semua tergantung kepada La Nyalla, berhasil atau tidak untuk membangun koalisi dengan parpol lain. Jika La Nyalla gagal berangkat ke Pilgub Jatim, maka Gerindra bisa saja mencari calon lain. “Kita kan tidak tahu ke depannya seperti apa,” ucapnya.

Berdasar hasil survei SSC sendiri, responden yang menghendaki calon alternatif lewat poros baru (Gerindra, PAN, PKS) cukup besar, yakni 43,9 persen. Yang menolak 17,7 persen dan tidak tahu 38,4 persen.

“Itu artinya ada keinginan bahwa dua calon yang ada belum memenuhi keinginan masyarakat Jatim. Ada suara yang belum terwakili. Ini yang tidak bisa diabaikan,” tambah Mochtar. (bmw/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION