Sosialisasi Pilkada Minim, Komisi II DPR RI Akan Evaluasi KPU Jatim

Portaltiga.com – Komisi II DPR RI akan mengevaluasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, menyusul minimnya sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018, yang berakibat pada banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui gelaran pilkada Jatim tahun depan tersebut.

“Kami akan mengevaluasi kinerja KPU secara nasional, termasuk Jatim,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Fandi Utomo kepada wartawan di sela Sarasehan Kebangsaan dengan Tema “Menggelorakan semangat nasionalisme pemuda milenial” di Hotel Sahid Surabaya, Rabu (27/12/2017).

Seperti diketahui, tingginya angka masyarakat yang tidak mengetahui penyelenggaraan pilkada Jatim 2018 sempat diungkap lembaga survei Surabaya Survey Center (SSC). Angkanya mencapai 43 persen. Padahal, pilkada Jatim tinggal 6 bulan lagi.

Tingginya masyarakat yang tidak tahu pelaksanaan pilkada Jatim 2018, tidak lepas dari minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU Jatim. Untuk sosialisasi, KPU lebih benyak mengandalkan kegiatan jalan sehat. “Harapannya, metode sosialisasi yang dilakukan itu bisa diekspose oleh wartawan, sehingga bisa diketahui oleh masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, metode sosialisasi yang digunakan KPU Jatim dengan menggelar jalan sehat itu mengandaikan dibantu oleh media. Namun, metode sosialisasi seperti itu kurang mengena. “Karena pilkada ini menyangkut soal-soal prosedural yang harus dipahami oleh masyarakat,” ucapnya.

Politisi dari partai Demokrat ini memberi contoh sosialisasi soal E-KTP. Penggunaan E-KTP pada Pemilu 2019 mutlak dilakukan. Meski, pada pilkada 2018 masih dimungkinkan menggunakan surat keterangan kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil).

“Tapi, surat keterangan dukcapil itu, sebetulnya adalah mereka yang sudah melakukan perekaman. Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus agar dapat dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.

Sosialisasi pilkada Jatim, lanjutnya, seharusnya dilakukan bulan Juli. Sekarang ini, pembentukan penyelenggaraan seharusnya sudah sampai di tingkat kecamatan.

“Saya kira sosialisasi harus sudah jalan. Karena tidak mungkin paralel dengan kampanye bulan Februari nanti,” kata FU, sapaan akrab Fandi Utomo. (bmw/abi)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION