Seluruh Rumah Sakit Milik Pemprov Jatim Harus Punya Identitas Khusus

 

Portaltiga.com :Seluruh Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim harus memiliki identitas khusus yang menjadi ciri khas RS yang bersangkutan. RS itu antara lain RSU dr Soetomo Surabaya, RSU dr Saiful Anwar Malang dan RSU dr Soedono Madiun.

“Tidak hanya RSU Haji, seluruh direktur utama RS milik Pemprov Jatim yang belum memiliki identitas khusus, kita minta punya identitas yang menjadi ciri khas rumah sakitnya masing-masing,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di sela peringatan Milad ke-23 dan peresmian gedung baru di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya, Jumat (22/4).

Khusus RSU Haji, Pakde Karwo-panggilan akrab Soekarwo-meminta agar mulai sekarang manajemen untuk memikirkan kepastian identitas yang menjadi ciri khas dari Rumah Sakit Umum Haji Surabaya sebagai pertanda konsentrasi pelayanan terhadap masyarakat.

Pimpinan RSU Haji berdiskusi dengan sejumlah dekan Fakultas Kedokteran berbagai universitas, para direktur utama rumah sakit, pimpinan Ikatan Dokter Indonesia dan pihak terkait lainnya menentukan identitas.

“Kepala Dinas Kesehatan juga diajak membahas. Segera lakukan agar identitas rumah sakit sangat jelas. Memiliki ciri khas itu sangat penting dan manajemen harus cepat memikirkan, kemudian merumuskan dan menetapkan,” ujarnya.

Ia juga berharap terjadi pengubahan signifikan dari pelayanan sebelumnya agar menjadi lebih baik, khususnya dari segi inovasi maupun prasarana. Misalnya, salah satu inovasi yang bisa menjadi program unggulan di rumah sakit adalah sentuhan dari manajemen dengan mendatangi kemudian mendoakan pasien setiap usai Shalat Shubuh dengan harapan segera pulih.

“Manajemen bisa bekerja sama dengan ustadz-ustadz dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel atau perguruan tinggi Islam lainnya, maupun Pondok Pesantren. Ini yang dinamakan sentuhan,” tuturnya.

Sedangkan terkait prasarana, mantan Sekdaprov Jatim itu mengapresiasi manajemen RSU Haji yang saat ini memiliki tiga fasilitas bedah atau operasi sehingga menyejajarkan dengan rumah sakit internasional di luar negeri, seperti Singapura atau Australia.

“Sehari bisa tujuh kali operasi di satu ruangan, dan di sini memiliki tiga ruangan. Apalagi sebenarnya sumber daya manusia atau tenaga medis dan dokter di Jatim sangat hebat, bahkan berkelas dunia,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSU Haji dr Sasongko, SpA mengaku siap melaksanakan perintah Gubernur dan melakukan pertemuan dengan pemangku kebijakan lainnya agar segera memiliki identitas.

“Kami telah memiliki program, antara lain pembinaan rasa kekeluargaan, senam setiap Selasa dan Jumat, kemudian program jumpa pelanggan setiap tiga bulan sekali terus dilakukan sebagai bahan instropeksi dari masyarakat untuk manajemen,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jatim yang didampingi Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Harsono, sejumlah kepala SKPD beserta manajemen rumah sakit meninjau gedung baru berlantai enam yang diberi nama “Al-Aqsha”.

Gubernur juga berkesempatan menandatangani prasasti dan pengguntingan pita sebagai simbolis pertanda dioperasikannya ruang-ruang khusus bagi penderita yang harus menjalani perawatan intensif, seperti operasi atau bedah, serta ruang isolasi penderita penyakit menular. (Bmw)

JOIN THE DISCUSSION