SBC Yakin Produk Jatim Layak Jual Di Pasar Internasional

 

Portaltiga.com: SouthEastAsia Business Centre (SBC) tertarik dengan program Jatim Mart, sebuah supermarket yang khusus menjual produk andalan Jawa Timur di Singapura, karena Jatim dinilai memiliki potensi dan hasil produksi luar biasa yang bisa diterima di pasar internasional.

“Banyak hasil usaha dari Jatim yang sangat menarik, seperti kulinernya, kemudian perhiasan dan lainnya. Tinggal bagaimana mengembangkan kualitas dan kuantitas, terutama usaha kecil,” kata Chief Marketing Officer SBC Rudy Fang usai rapat koordinasi persiapan pembukaan Jatim Mart di hotel Inna Simpang, Surabaya, Rabu (24/2).

Sebenarnya, menurut Rudy, Jatim Mart meniru kejayaan Dragon Mart yang dibikin China. Dragon Mart di China, terbilang cukup sukses mengangkat produk lokal, sehingga tidak ada salahnya untuk ditiru.

“Dengan Jatim Mart, maka pelaku usaha kecil hingga besar bisa menitipkan barang sehingga bisa dijualkan ke seluruh dunia. Nanti tidak hanya barang, tapi juga bisa jasa misalnya tour and travel, akuntan, konsulting, spa, massage dan sebagainya, juga bisa kami bantu menjualnya melalui Jatim Mart,” jelasnya.

Beberapa produk dari Jawa Timur yang akan menjadi andalan di Jatim Mart diantaranya adalah produk olahan berbahan ikan laut serta perhiasan. Rudy berharap, Jatim Mart bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM sehingga produknya bisa segera mendunia.

“Soal penggunaan nama Jatim Mart, kami yakin akan laku dipasaran sebagaimana sejumlah program dengan konsep serupa dari beberapa Negara lainnya,” tutur pengusaha asal Singapura ini.

Rencananya, Jatim Mart akan dibuka langsung oleh Soekarwo Gubernur Jawa Timur pada 31 Maret 2016 mendatang. Selain di Singapura, Jatim Mart juga akan dibangun dan diresmikan di pulau Hainan Cina pada bulan Juni atau Juli 2016. Tak hanya itu, Jatim Mart juga akan dibuka di Ho Chi Minh, Vietnam pada Desember 2016 mendatang.

“Jatim Mart merupakan pengembangan baru untuk meningkatkan daya saing produk Jatim, setelah saat ini Jatim mampu menguasai pasar dalam negeri. Kalau biasanya, kita bikin produk dulu baru cari pasar, sekarang berubah dengan membangun pasar di tiga negara baru kita cari produk yang akan kita jual di sana,” tambah Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Hadi Prasetyo. (Bmw)

JOIN THE DISCUSSION