Headline News

Santri Pasuruan Juara Lomba Baca Kitab Kuning PKS

24/10/2017
85 Views

Portaltiga.com – Muhammad Alhabib (21 tahun), santri asal Pondok Pesantren Darul Lughah Wadda’wah, Raci Pasuruan menjuarai Lomba Baca Kitab Kuning tingkat Nasional yang diselenggarakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI. Lomba tersebut diselenggarakan pada 22 Oktober 2017 di Kompleks Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu Jakarta.

Di lomba itu, Alhabib menyisihkan 1.094 peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti babak penyisihan di masing-masing daerah sejak bulan Ramadhan lalu. Alhabib adalah Santri Pondok Pesantren Darul Lughah Wadda’wah pimpinan Habib Zain bin Hasan bin Ahmad Baharun.

Pada awalnya, Alhabib mengikuti seleksi Lomba Baca Kuning tingkat Probolinggo-Pasuruan pada bulan Ramadhan lalu, dan mendapatkan juara 1. Selanjutnya Alhabib kembali berlaga di Lomba Baca Kitab Kuning tingkat Jawa Timur bulan Syawal bertepatan tanggal 16 Juli 2017, dan kembali mendapatkan juara pertama dan berhak mewakili Jatim pada Lomba Baca Kitab Kuning tingkat nasional.

Ketika ditanya kesannya sebagai juara, Alhabib menyampaikan rasa syukurnya. “Sebetulnya saya merasa belum pantas menjadi juara. Saya lihat teman-teman peserta yang lain banyak yang lebih menguasai,” ujarnya.

Predikat juara ini disebutnya sebagai amanah dari dewan juri yang terdiri dari para kiai. “Sebagai amanah maka akan diemban semampu mungkin dan berusaha agar bisa lebih baik lagi,” kata pria muda yang berpembawaan tenang ini.

Ketua Bidang Pembangunan Umat DPW PKS Jatim Ibnu Shobir, menyampaikan pula terima kasih kepada para pengasuh pondok pesantren se-Jatim yang telah mengirimkan santrinya pada lomba di bulan Ramadhan dan Syawal lalu.

“Selamat kepada pemenang. Memang secara kualitas, tahun ini peserta tingkat Jatim meningkat. Ini tentu peran dari para kiai di pondok pesantren masing-masing,” ujar Shobir yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya ini.

Prestasi ini membuktikan bahwa Jawa Timur adalah pusat dan barometer santri nasional. “Sehingga sangat layak jika Hari Santri Nasional berawal dan selalu berporos di Jawa Timur,” ujar pria lulusan Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ini. (bmw/abi)

Leave A Comment