Headline News

Santri Mambaus Sholihin Blitar Sabet Dua Gelar Di Osaka Robotik Games

04/11/2017
24 Views

Portaltiga.com – Event Osaka Robotik Games 2017 yang berlangsung 28 Oktober-2 November 2017 lalu, telah membawa kebanggaan bagi Santri Mambaus Sholihin Blitar.
Para pelajar ini berhasil meraih dua prestasi sekaligus. Yakni kategori Sumo Race Champions (RC) dan juara 2 kategori Mazesolving.

Tak hanya Gymnastiar, tiga santri Mambaus Sholihin lainnya, juga menyabet berbagai prestasi dalam ajang kompetisi robot games skala Internasional itu. Mereka masing-masing
Nauval meraih juara 2 kategori Sumo RC dan juara 3 kategori Soccer. Sedangkan Bahrul dan Farhan meraih juara 2 kategori Soccer.

Meski persiapannya hanya 4 bulan, namun para santri ini mengaku tidak menemui kesulitan saat pelaksanaan lomba. Rupanya mereka sudah terbiasa mengikuti kompetisi yang sama.

“Alhamdulillah tidak ada kendala, sudah biasa ikut lomba seperti ini. Tapi untuk ke Jepang memang baru ini,” kata Gymnastiar di Pendopo Ronggohadinegoro, Kabupaten Blitar, Jumat (4/11/2017).

Tim robotik Mambaus Sholihin sering mengikuti ajang bergengsi ini. Sebelumnya, mereka juga menyabet berbagai juara untuk event skala Internasional di Singapura dan Malaysia.

Kembalinya mereka ke Blitar, mendapat sambutan kehormatan dari Bupati Blitar, Rijanto. Bupati mengaku sangat bangga dan tidak menyangka, para santri dari Desa Sumber Kecamatan Sanankulon, ini bisa menyabet berbagai prestasi di event itu.

“Ini kejutan yang luar biasa bagi saya. Atase santri ndeso (walaupun hanya santri dari desa) tapi sudah bisa ke Jepang, dapat juara robot pula. Saya saja yang bupati belum pernah kesana,” kelakar Rijanto saat menjamu kedatangan mereka.

Bupati Blitar berharap prestasi ini terus dikembangkan, untuk kemajuan bersama di bidang teknologi.

“Sekarang sudah canggih bikin robot mainan. Nanti tambah besar, semoga bisa bikin robot untuk garap lahan pertanian yang masih sangat luas di Blitar,” ucap Rijanto.

Apa keistimewaan robot-robot karya santri Blitar ini? Pembina tim robotik SMP Mambaus Sholihin, Armin Irawan menyatakan, program robot disetting bagus oleh siswa binaannya.

“Mereka bisa mensetting program dengan bagus, lalu robot juga bisa berjalan mulus dengan target durasi yang ditentukan,” jelasnya.

Menurut Armin, ada beberapa kriteria penilaian dalam kompetisi robot ini. “Dinilainya dari point, bisa menyelesaikan dalam track ini dan kecepatannya,” paparnya.

Jika di Malaysia, robot rakitan siswa bisa diperbanyak oleh pabrikan dengan manufaktur sempurna. Armin pun berharap itu bisa dikerjakan oleh Indonesia.

“Kita ini kalah dengan Malaysia. Di sana robot bikinan siswa, diperbanyak pabrikan lalu dikomersilkan. Kalau di sini belum ada. Tapi untuk robot hasil karya anak-anak ini akan terus disempurnakan, dipatenkan. Keinginan memperbanyak itu ada, tapi ya tidak banyak. Mungkin ada sekolah lain yang berminat mempelajarinya saja,” pungkasnya. (dtc/tea)

Leave A Comment