Sambut Asian Games 2018, Mural Hiasi Dinding-dinding Kota Jakarta

Portaltiga.com – Sudut-sudut kota Jakarta dipercantik oleh mural. Puluhan seniman mulai dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang Selatan hingga Tangerang tak luput berpartisipasi membuat mural di sepanjang tembok seberang Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

Mural bertuliskan huruf Asian Games dengan tiga karakter di dalamnya sudah mewarnai dinding kota sejak Minggu (29/7/2018) lalu. Karya tersebut juga berseliweran di media sosial Instagram dan dipublikasikan oleh akun @isadgallery yang merekam perjalanan seniman-seniman visual di Indonesia.

Di antara tiga karakter, ada gambar badak yang dibuat oleh seniman dari Tangerang Selatan. “Yang badak menggambarkan kekuatan. kekuatan bangsa kita di kancah Asian Games,” ujar street artist yang dikenal dengan nama Folker, seperti dilansir detikHOT.

Muralnya juga menggambarkan Timnas Indonesia yang harapannya agar semakin membaik. Tim basket Tanah Air juga tak kalah hebatnya dengan negara-negara lain. “Kita berharap Timnas bisa semakin membaik dan meraih juara seperti lirik menjadi Indonesianya band Efek Rumah Kaca, masih ada cara menjadi besar,” ujar Folker.

Di bagian tulisan Asian Games, para seniman yang mengerjakan mural secara keroyokan itu juga menggunakan pola dan pattern yang menghiasi.

“Pattern yang kita pilih untuk menghiasi isi tulisan Asian Games menggambarkan unjuk gigi dari street art. Kami bukan perusak, kita juga bisa berkarya seperti atlet yang akan berjuang demi Indonesia raya,” lanjutnya.

Penggarapan mural yang dilakukan seniman-seniman visual bukan tanpa sebab. Sejak sepekan belakangan, deretan gambar-gambar lucu mural Asian Games bermunculan di penjuru Jakarta. Bukan dibuat oleh seniman tapi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye.

Folker bersama puluhan seniman jalanan lainnya mengkritisi adanya mural Asian Games yang berjamuran. Banyak seniman yang menyesalkan mengapa ‘beautifikasi’ mural Asian Games digarap oleh pasukan oranye bukan seniman itu sendiri.

“Dari movement kemarin kita nggak nyangka banyak yang mau ikut. Mural kemarin itu inisiatif sendiri, modal sendiri. Selama ini street art dianggap sebelah mata oleh netizen. Street art juga butuh ruang,” pungkasnya. (dtc/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION