Saat Ini UNAIR Sudah Miliki 449 Guru Besar

Portaltiga.com, SURABAYA – Civitas akademika Universitas Airlangga tak berhenti untuk terus mengembangkan keilmuan. Pada hai Sabtu (ac/4), Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, SE , M.T., Ak, akan mengukuhkan tiga staf pengaja menjadi guru besar baru. Pengukuhan guru besar akan dilaksanakan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR.

Ketiga guru besar yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. dr. Ari ”Jahja, SpPD., K-EMD., FINASIM, (Guru Besar dalam bidang ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNAIR), Prof. Dr. Cholichul Hadi, M.Si (Guru Besar dalam bidang Psikologi industri dan Organisasi Fakultas Psikologi UNAIR), dan Prof. Dr. Henri Subiakto, Drs.. S.H., M.Si (Guru Besar di bidang ilmu Komunikasi Fakuitas ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR).

Secara berurutan ketiganya merupakan Guru Besar UNAIR yang ke 447, 448, dan 449 sejak UNAIR didirikan pada tahun 1954. Sejak UNAIR berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), ketuanya merupakan Guru Besar UNAIR ke-155, 156, dan 157. Jika diurutkan pada fakultas masing-masing, Prof. Ari merupakan Guru Besar FK UNAIR yang ke – 106, Prof. Choliohul merupakan Guru Besar Psikologi yang kie-4, dan Prof. Henri menjadi Guru Besar FISIP UNAIR yang ke -11.

Sampai saat ini, UNAIR memiliki guru besar aktif sebanyak 161 orang, termasuk tiga guru besar yang akan dilantik pada Sabtu (BO/4). Sedangkan, guru besar pumabakti yang masih aktif membantu kegiatan perkuliahan berjumlah 15 orang.

Pada saat pengukuhan guru besar akhir pekan nanti, Prof. Ari akan menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Pengelolaan Nodul Tifoid yang dapat Diterapkan pada Keterbatasan Sarana”. Prof. Choiichui akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Mengelola inovasi dan Kreativitas di Organisasi dengan Menggunakan Pendekatan Interdependensi yang Berbasis Budaya Lokal”, sedangkan Prof. Henri akan menyampaikan sebuah orasi ilmiah berjudul ”Transformasi Teknologi Komunikasi Digital terhadap Perubahan Sosial sebagai Persoalan Aktual” . (cahyo)

JOIN THE DISCUSSION