Repost, Dekonstruksi Naskah RE Dalam Konteks Kekinian

Portaltiga.com – Bermain teater dan menjadi aktor pada kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan strategi khusus untuk bisa bermain teater dengan baik dan indah.

Dalam perkembangan teater sulit ditemukan aktor yang bagus, aktor hanya bermain, menghafal naskah, mengikuti petunjuk sutradara dan sedikit observasi.

Aktor yang baik tentu saja harus melampaui itu semua. Melampaui teknik. Aktor harus menyampaikan pesan dan menampilkan sesuatu yang menakjubkan melalui tubuhnya. Menyampaikan ide dan gagasan melalui gerak dan kesadaran tubuhnya-suaranya, mentransformasikan rasa pada penonton.

Aktor tidak hanya ada di panggung, namun aktor hadir bisa menggoncang pikiran dan perasaan penonton.

Berangkat dari kegelisahan terhadap cara kerja aktor tersebut, maka riset yang dilakukan oleh Ahmad Faishal dan Moh. Hariyanto (Hari Ghulur) dimulai. Keduanya adalah dosen Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya.

Repost merupakan pertunjukan teater kontemporer yang didasari pada riset tekstual naskah RE karya Akhudiat, dengan menggunakan pendekatan dekonstruksi. Naskah RE disajikan dalam konteks kekinian.

Tema kematian dalam naskah RE diinterpretasikan ulang oleh aktor menjadi ‘kematian’ yang sangat subjektif. Kematian pikiran, kematian tubuh, kematian perasaan, kematian kehendak, dan kematian individu oleh sistem yang tanpa disadari.

“Pertunjukan Repost ini merupakan riset pertunjukan teater dalam program hibah Penelitian Dosen Pemula oleh Kemenristek Dikti 2019,” kata Faishal, Senin (23/9/2019).

Pertunjukan Repost, lanjutnya, bertujuan untuk menemukan metode penciptaan dalam teater, menemukan teori keaktoran serta mencari kemungkinan-kemungkinan dramaturgi yang lain dalam proses laboratorium teater.

Konsep panggung dalam pertunjukan ini adalah spirit Play Ground. Maksudnya, panggung adalah area bermain dalam konteks masyarakat kota. Area bermain yang sempit dan individu.

Masing-masing individu bisa bermain bersama meski pun tidak saling mengenal, meski tidak saling memiliki hubungan sebelumnya, mereka hanya berjumpa sekali, bermain lalu selesai.

Mereka memiliki keasikan-keasikan sendiri yang sangat personal. Kadang saling berhubungan, kadang asik sendiri. Namun mereka tetap bisa bermain bersama-sama dalam satu kawasan, satu area panggung tanpa saling mengganggu.

Pertunjukan Repost ini dipentaskan di Gedung Teater Kecil STKW, Senin (23/9/2019) pagi ini. Pentas akan dievaluasi dan ditonton oleh undangan yang terbatas. Para dosen, kritikus teater, mahasiwa dan teman sejawat, juga dihadiri oleh utusan Western Australian Academy of Performing Arts (WAAPA), Edith Cowan University, Australia. (abi/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION