Rektor Unair: Semua Harus Tanggap dan Pantau Kegiatan Civitas

Portaltiga.com – Insiden teror bom yang terjadi di Surabaya pada Ahad (13/5/2018) dan Senin (14/5) menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan. Mulai dari pemerintah pusat, pihak kepolisian, institusi pendidikan, dan bahkan masyarakat dunia.

Universitas Airlangga pun merespon cepat insiden yang dalam beberapa isu yang tersebar di media mencatut nama institusi. Mulai dari salah satu pelaku teror yang sempat studi di Unair (tidak lulus) hingga korban yang juga mahasiswa Unair.

Menanggapi hal itu, Rektor Unair Prof. Moh Nasih mengintruksikan kepada seluruh jajaran pimpinan dan dekanat di lingkungan Unair, agar tanggap dengan berbagai kegiatan seluruh civitas, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Semua saja, saya harap harus tetap tanggap dan terus memantau aktivitas civitas yang ada di unit kerja masing-masing,” tutur Prof. Nasih.

Selain itu,  menanggapi kecurigaan publik dengan kegiatan mahasiswa yang mengarah pada aksi radikalisme, Prof. Nasih menegaskan bahwa Unair selama ini terus memantau kegiatan-kegitan tersebut. Untuk kembali meningkatkan keamanan, pihaknya kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran pimpinan agar serius dalam mengawasi berbagai kegiatan mahasiswa.

“Kalau perlu kita semua harus tahu kurikulum dan rencana kegiatan mahasiswa,” terangnya.

“Hal ini tidak lain agar semua bisa dikontrol dengan baik,” imbuhnya.

Untuk lebih menjaga iklim kampus yang selalu kondusif. Prof. Nasih mengajak seluruh pimpinan untuk terus memberikan pembinaan yang positif kepada seluruh mahasiswa maupun tenaga pendidikan dimasing-masing lingkungan kerjanya.

“Kita juga perlu melakukan pembinaan kepada mereka, agar kampus yang kita cintai ini tetap kondusif,” paparnya.

Selanjutnya, perihal kegiatan keagaman, Prof. Nasih mengimbau agar mahasiswa muslim khususnya, bisa menggunakan Masjid Ulul Azmi di Kampus C dan Masjid Nuruzzaman di Kampus B, sebagai pusat dari berbagai macam kegiatan.

“Jadi jadikan masjid yang sudah kita punyai sebagai pusat kegiatan keagaman untuk mahasiswa yang muslim. Jangan terpisah-pisah,” tuturnya. (doy/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION