Refleksi Akhir Tahun 2017: 2 Periode Karsa, Perekonomian Jatim Stabil

Portaltiga.com – Selama dua periode Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo) dengan Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menakhoda Provinsi Jatim mempunyai track record yang terus positif.

Berbagai terobosan yang dilakukan Pakde Karwo dan Gus Ipul membawa Jatim unggul dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

“Jatim mempunyai Pertumbuhan Ekonomi tertinggi kedua setelah DKI dan kinerja perekonomiannya secara rata-rata selalu di atas nasional dari tahun ke tahun, tentunya ini patut kita apresiasi,” kata pengajar Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya Wasiaturahma, Jumat (29/12/2017).

Dalam perspektif ekonomi, misalnya semua stakeholder paham bahwa Jatim merupakan backbone perekonomian nasional. Hanya Jatim dan DKI Jakarta yang memiliki tingkat PDRB lebih dari Rp1000 triliun per tahun.

Secara rata-rata dari 2010-2016 kontribusi paling tinggi adalah sektor industri manufaktur. Secara keseluruhan semua sektor bertumbuh positif. Di sektor ekonomi manufaktur, posisi Jatim juga tak bisa dipandang sebelah mata. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Jatim sangat luar biasa misalnya seperti minyak.

“Sekitar 25%-30% lifting minyak nasional disumbang Jatim. Untuk lifting minyak, Jatim menjadi penyumbang terbesar kedua di bawah Provinsi Riau. Kita bisa membuktikan bahwa hal ini tidak mudah dicapai oleh pemimpin-pemimpin sebelum duet KarSa,” ujarnya.

Tingkat pengangguran terbuka di Jatim sepanjang periode 2010-Feb 2017 di bawah TPT Nasional. Tingkat pengangguran terbuka Jatim sepanjang periode 2010-Feb 2017 memiliki tren penurunan, ini menandakan bahwa terjaganya iklim investasi Jatim yang berdampak pada perluasan kesempatan kerja sangat positif.

Selain itu juga keberhasilan duet KarSa bisa dilihat dari pengembangan Koperasi Wanita (Kopwan). Pemerintah Provinsi Jatim pada tahun 2015 memfasilitasi pendirian 3.500 Kopwan baru. Pendirian difokuskan pada Koperasi Wanita Syariah di tingkat desa.

Program tersebut dikawal SKPD/OPD terkait, yaitu Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim. Tujuan pendirian koperasi-koperasi wanita syariah hingga di tingkat desa itu adalah untuk mengembangkan kekuatan ekonomi masyarakat khususnya perempuan ditingkat perdesaan.

“Dalam hal ini Gus Ipul yang aktif memberikan pengarahan kepada kelompok-kelompok pengajian di perdesaan yang dikumpulkan di tingkat kabupaten/kota,” kata dia.¬†(bmw/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Comments

  • makharyacargo 08/01/2018 at 11:58

    makasih admin article nya sangat membantu
    semoga membaik perekonomian indonesia di tahun ini

    Reply