Puluhan Advokat Deklarasikan Tim Pembela Jokowi Jatim

Portaltiga.com – Puluhan advokat yang berasal dari Jawa Timur membentuk Tim Pembela Jokowi (TPJ). Organisasi  ini tidak sekadar mendukung pasangan nomor urut satu tersebut. Tapi juga membela kehormatan Jokowi sebagai kepala negara dan simbol negara. Rencana TPJ Jatim ini akan dideklarasikan besok, Rabu (17/10/2018).

Ketua TPJ Jawa Timur Very Yulianto mengungkapkan pihaknya tidak melihat Jokowi hanya sebagai calon presiden tapi juga kepala negara yang notabene simbol negara yang harus dijunjung tinggi harkat dan martabatnya.

“Kami di TPJ ini tak sekadar mendukung Pak Jokowi tapi juga siap membela dan menjaga marwah serta kehormatan beliau sebagai kepala negara. Tentunya pembelaan kami akan dilakukan sesuai dengan keahlian kami sebagai advokat,” tutur Very.

Very menjelaskan, TPJ ini lingkupnya nasional. Jawa Timur masuk provinsi ke-11 yang sudah terbentuk dan memiliki pengurus. Karena itu, rencananya Rabu tanggal 17 Oktober TPJ Jawa Timur akan dideklarasikan.

“Deklarasi nanti kami akan undang Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim, Irjen Pol (purn) Machfud Arifin dan partai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Meskipun kami bukan relawan atau tim sukses. Tetapi tetap berkoordinasi dengan TKD  Jatim sebagai penanggung jawab tim Jokowi,” kata dia.

Advokat muda yang berasal dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini melanjutkan, organisasi ini terbuka untuk para advokat dari lintas organisasi. Bahkan, masyarakat biasa pun dipersilahkan bergabung.

Very menambahkan,  pihaknya menilai perkembangan yang terjadi selama kampanye pilpres ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, banyak serangan fitnah maupun berita hoax yang diarahkan kepada Presiden Jokowi. Karena itu, kami siap mengambil langkah-langkah proaktif bila menemukan atau mendapatkan laporan tentang pelanggaran pidana.

“Kami tidak sekadar menunggu laporan, kami akan proaktif kalau menemukan pelanggaran. Mulai somasi sampai pelaporan. Kami juga ada tim yang akan memantau media sosial. Karena banyak hoax, fitnah dan ujaran kebencian yang beredar di medsos,” imbuh Very. (ars/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION