Politisi Demokrat Surabaya Ini Prihatin Nasib Guru

Portaltiga.com -Tanggal 25 November ini diperingati sebagai Hari Guru Nasional, publik pun beramai-ramai mengucapkan selamat hari guru di media sosial (medsos). Namun di dunia nyata, nasib guru belum sepenuhnya menggembirakan.

Terutama bagi mereka yang bersatus guru tidak tetap atau honorer berstatus K2. Tak terkecuali di Kota Surabaya yang memiliki APBD yang besar.

Kondisi tersebut menimbulkan empati dari politisi Partai Demokrat, Tri Wahyudi Ari Setiawan. Politisi yang akrab disapa Yudi itu berharap Pemkot Surabaya segera membayar honor guru GTT yang belum terbayar.

“Saat sosialisasi sebagai caleg, saya mendapat keluhan dari guru GTT yang belum menerima bayaran. Saya berharap Pemkot memperhatikan hal ini,” tegas Caleg DPRD Surabaya ini, Minggu (25/11/2018).

Duda dua anak ini mengungkapkan, harus ada langkah konkret dari Pemkot untuk memenuhi kewajiban mereka pada para guru honorer. Terlebih disaat momentum Hari Guru Nasional seperti saat ini.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas 17 Agustustus 1945 (Untag) Surabaya ini mengingatkan, honor tersebut adalah hak para guru yang harus dipenuhi oleh Pemkot Surabaya.

“Para guru itu pasti punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Karena itu pemkot harus segera membayarkan hak para guru tersebut. Apalagi di momentum Hari Guru Nasional seperti saat ini,” imbuh eksponen aktivis ’98 ini. (wah/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION

Translate »