PLN Jatim: Pelanggan 900 VA Tetap Disubsidi

Portaltiga.com-Meski kenaikan tarif listrik terus disesuasikan berdasarkan tarif adjusment, namun khusus untuk pelanggan 900 VA masih tetap mendapatkan subsidi listrik. Seperti diketahui jumlah pelanggan 900 volt ampere (VA) di Jawa Timur yang akan tetap mendapatkan subsidi listri dari pemerintah hanya 497 ribu dari 3,8 juta pelanggan 900 VA.

Sehingga sekitar 3,3 juta lebih pelanggan 900 VA akan menyesuaikan tariff listrik secara bertahap menuju tarif keekonomisan hingga tariff adjustment secara bertahap mulai Januari 2017 mendatang.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, mengatakan, jumlah pelanggan 900 VA yang akan mendapatkan subsidi itu sudah valid yang diperoleh dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ITNP2K) yang selama ini melakukan pendataan. “Kami harus sesuai dengan data itu, kalau tidak siapa yang nanggung,” ujar Pinto di kantornya, Jumat lalu (02/12/16).

Ia menjelaskan,, pelanggan yang masih tetap mendapatkan subsidi, maka tariff listriknya masih sebesar Rp 605 per kilo watt hour (kwh). Sedangkan 3,3 juta lebih pelanggan lainnya akan menyesuaikan dengan tarif keekonomisan yakni sebesar Rp 1.352 per kwh. “Tidak kami terapkan secara langsung melainkan bertahap,” ungkap Pinto.

Pada Januari 2017, tambah Pinto, tarif akan naik sebesar 32 persen dari selisih antara tarif keekonomisan dengan tarif subsidi. Pada Maret akan dinaikkan lagi sebesar 32 persen. Dan pada Mei kembali akan dinaikkan sebesar 36 persen. Sehingga pada Juni 2017, 3,3 juta lebih pelanggan itu akan mengikuti tarif adjustment yang saat ini sebesar Rp 1.459 per kwh.

Lebih lanjut Pinto menjelaskan, penerapan tarif ini kata Pinto sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 028/2016 yang sudah diterima pihak PLN Distribusi Jawa Timur. Namun, Pinto menegaskan, bahwa jumlah 497 ribu pelanggan yang masih disubsidi itu bukanlah data mati yang sudah terkunci.

Setelah PLN melakukan sosialisasi, kata Pinto, masyarakat bisa melakukan complain di pos-pos pengaduan yang ada di setiap kelurahan. Nanti pos-pos pengaduan itu yang akan mengajukannya ke pejabat yang berwenang.

“Masyarakat harus melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk mendukung bahwa mereka memang pelanggan yang memang perlu disubsidi. Karena, bisa jadi, dulu pelanggan itu kaya, namun mendadak jatuh miskin, itu semua butuh disubsidi. Nanti, kita akan ajukan kembali ke TNP2K untuk diperbaiki. Yang jelas, PLN mengikuti data yang dikeluarkan TNP2K,” ungkapnya. (Trish)

About the author

Related

JOIN THE DISCUSSION