PKPI Jadikan Pilkada Jatim Ajang Pemanasan Mesin Partai

Portaltiga.com – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Jawa Timur (Jatim) akan menggunakan ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim serentak tahun 2018, sebagai momentum untuk memanaskan mesin partai untuk menyongsong Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) serentak tahun 2019.

“Lewat pilkada serentak ini, PKPI akan gunakan untuk memanaskan mesin partai untuk menyongsong pileg dan pilpres,” kata Ketua DPP PKPI Jatim, Hadiatmoko kepada wartawan usai tasyakuran HUT PKPI ke-19 di kantor DPP PKPI Jatim,  Senin (15/1/2018).

Apa yang disampaikan mantan Kapolda Jatim itu tidak berlebihan. Meski baru memiliki satu kursi parlemen di Trenggalek, satu kursi di Bojonegoro dan dua kursi di Kabupaten Madiun, namun PKPI punya 220 ribu kader yang sudah terdata dan memiliki kartu tanda anggota (KTA).

Karena itu, dia optimis pada Pemilu 2019 mendatang, PKPI akan menjadi partai yang lebih besar dari sekarang. Karena sejatinya PKPI ini punya potensi untuk menjadi besar di Jatim.

“Insya Allah,  pemilu 2019 PKPI akan lebih besar baik di tingkat nasional maupun Jatim. Di Jatim, kita punya potensi kader yang bisa lebih dioptimalkan. Apalagi Pak Hendropriyono selaku Ketua Umum DKN PKPI all out membesarkan partai ini,” ujarnya.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu sendiri siap turun gelanggang dalam ajang kontestasi pilkada Jatim 2018, sebagai juru kampanye Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Namun dengan catatan diminta oleh tim pemenangan Khofifah-Emil.

“Saya yakin pak Hendropriyono yang siap menjadi jurkam. Saya juga siap. Dalam pilgub Jatim PKPI secara resmi telah menjadi partai pendukung Khofifah-Emil.  Selama diminta, tentunya kami siap menjadi jurkam,” tegasnya.

Selain mendukung Khofifah-Emil di pilkada Jatim, PKPI juga aktif mendukung pasangan calon di 18 Kabupaten/Kota yang melaksanakan pilkada di Jatim. Satu diantaranya, Kombes Pol Syafiin yang maju sebagai Calon Bupati Jombang. Pria yang akrab disapa Gus Syaf itu diusung koalisi PDI Perjuangan dan Partai Hanura serta dengan dukungan PKPI. (bmw/tea)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION