Pilgub Jatim 2018, PPP Pecah?

05/12/2017
47 Views

Portaltiga.com – Perpecahan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak terelakan lagi. Setelah dua hari menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IV DPW PPP Jatim, mayoritas DPC PPP se Jatim memilih berseberangan dengan keinginan DPP PPP.

Jika DPP PPP menghendaki dukungan kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2018. Sebaliknya, mayoritas DPC PPP se Jatim ingin mengusung pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas.

“Pada proses pandangan umum, 70 persen dari total pengurus DPC menginginkan kami mengusung Gus Ipul bersama Anas. Sisanya, menyerahkan kepada DPP untuk mengusung satu di antara dua nama. Yakni, Ibu Khofifah Indar Parawansa atau Pak Syafiin,” kata Sekretaris DPW PPP Jatim, Norman Zein Nahdi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (5/11/2017).

Dijelaskan, dalam paparan para pengurus DPC, Gus Ipul dinilai sebagai bacagub paling potensial untuk diusung dibanding calon lain. Pertama, Gus Ipul mau secara resmi mengikuti mekanisme penjaringan di PPP melalui pengurus DPW Jatim.

Bersama Kombes (Pol) Syafiin, Gus Ipul menjadi salah satu bacagub yang mendaftar di DPW PPP Jatim pada masa penjaringan di awal September dan menyetorkan biaya pendaftaran sebesar Rp 35 juta. Sementara itu, Khofifah mendaftar di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Kedua, Gus Ipul juga disebut lebih dekat dengan partai dengan dominasi warna hijau ini.

“Kami sering mengundang Gus Ipul dalam seremonial acara partai. Ini sebagai salah satu bukti kedekatan kami,” ujarnya.

Ketiga, Gus Ipul juga dinilai memiliki kapabilitas serta pengalaman memimpin provinsi sebesar Jatim.

“Beliau sudah terbukti sukses memimpin Jatim bersama Pakde Karwo (Soekarwo, Gubernur Jatim). Itu menjadi salah satu pertimbangan yang dikemukakan oleh peserta pertemuan,” ulasnya.

Selain itu, pendapat tersebut, diklaim Didik juga sebagai aspirasi dari para kiai.

“Para pengurus DPC tentu telah bertemu dengan para kiai sebelum menghadiri Rapimwil ini. Sehingga, meskipun kiai tak ikut dalam forum ini, namun tetap tak bisa lepas dari aspirasi kiai,” ungkapnya.

Diakui, ada proses pandangan umum tersebut belum sampai pada tahap voting. Hanya mendengarkan aspirasi dari para pengurus DPC dari 38 kabupaten dan kota se-Jatim. Forum tersebut tak menghasilkan keputusan apapun, melainkan hanya sebatas rekomendasi.

“Rekomendasi ini akan kami laporkan kepada DPP untuk kemudian dijadikan sebagai pertimbangan mengambil keputusan. Nantinya, kami siap mengawal apapun keputusan DPP. Sekalipun itu berbeda dari rekomendasi yang diberikan oleh Rapimwil,” jelasnya. (bmw/tea)

Leave A Comment