Perang Bintang Pilgub Jatim, Chemistry Khofifah-Emil Lebih Tampak

22/12/2017
112 Views

Portaltiga.com – Kompas TV menyiarkan acara Perang Bintang Pilgub Jatim, Kamis (21/12/2017) malam. Tentu saja ini sangat menarik bagi publik Jawa Timur, termasuk para pengamat politik.

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo pun menilai dari acara tersebut bisa terlihat bagaimana kesiapan para bakal calon menghadapi Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Kata Mochtar, meski tampil dalam beda sesi dan tidak diperhadapkan secara langsung, setidaknya acara Perang Bintang Pilgub Jatim di Kompas TV sedikit mengobati keingintahuan publik saat kedua paslon tampil bersama menyampaikan sedikit pikiran dan gagasannya.

“Chemistry antara Khofifah-Emil nampak lebih dapat baik dalam hal statement, facework maupun gestur tubuh selama acara berlangsung dibanding Gus Ipul-Anas,” kata Mochtar, Jumat (22/12/2017).

Diterangkan, Emil Dardak mampu tampil dengan bagus, rileks dan tampak percaya diri. Sementara Khofifah meski secara gestur juga tampak rikeks dan banyak senyum. Dalam menjawab pertanyaan host memang cenderung normatif dan akan panjang.

“Tapi Anas terlihat kehilangan auranya selama ini karena tampil tanpa kopiah yang menjadi brand performancenya selama ini. Upaya tampil sebagai sosok nasionalis tanpa kopiah justru memudarkan aura Anas yang kuat saat berkopiah,” jelas dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Sementara Gus Ipul, menurut Mochtar, terlihat terlalu serius. Sehingga menimbulkan kesan tegang dan lelah. “Ini juga keluar dari brand performance Gus Ipul selama ini yang dikenal santai, gaul, banyak senyum dan ramah,” tegas dia.

Lanjut Mochtar, andai kedua paslon ditampilkan berhadapan dalam satu sesi mungkin akan menjadi lebih jelas bagi publik bagaimana menangkap ide dan gagasan kedua paslon. Serta bisa menilai secara komparattif tentang bagaimana kapasitas, kualitas dan performance keduanya.

“Secara umum apa yang menjadi pikiran dan gagasan kedua paslon tidak begitu tertangkap oleh publik karena host Rosi terlalu dominan mengambil panggung dan sering memotong penyampaian kedua paslon,” kritiknya. (ars/abi)

Leave A Comment