Pemkab Lombok Barat Dukung Pengembangan Pelabuhan Gilimas

Portaltiga.com:Keseriusan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meningkatkan investasi di daerahnya, salah satunya terletak pada rencana pembangunan Pelabuhan Gilimas. “Lombok Barat merupakan pintu gerbang Provinsi NTB. Pengembangan pelabuhan sangat penting untuk mendorong peningkatan perekonomian kawasan sekitarnya,” ungkap Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, saat berdiskusi dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, di Surabaya, Selasa (12/1) petang.

Tidak hanya bupati, pada diskusi pembangunan Pelabuhan Gilimas tersebut juga hadir Ketua DPRD Lombok Barat Sumiatun, Kepala Dinas Perhubungan Ahmad Saikhu, Asisten II Robijono, Camat Lembar Suhaili, dan Kepala Desa Labuan Treng Taufik Asyari. Mereka berdiskusi langsung dengan Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heli Yanto, Kepala Biro Perencanaan dan Strategis Joko Noerhudha, serta General Manajer Pelabuhan Lembar Baharuddin. Pelindo III sebagai pengelola Pelabuhan Lembar akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat membangun Pelabuhan Gilimas untuk meningkatkan pelayanan logistik kepada masyarakat Pulau Lombok dan kawasan kepulauan Nusa Tenggara pada umumnya.

Pelindo III selain mengembangkan lima dari 24 pelabuhan yang termasuk dalam Program Tol Laut oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, juga akan mengembangkan dua pelabuhan lainnya, yakni Pelabuhan Benoa Bali dan Pelabuhan Lembar Lombok,” kata Toto Heli Yanto. Pihaknya mengaku salut dengan soliditas dukungan bupati sebagai representasi Pemkab dan juga DPRD yang sangat penting untuk memajukan suatu daerah.

Menguatkan hal tersebut, Fauzan Khalid mengungkapkan, bahwa rencana pihak lain yang ingin membangun infrastruktur tak jauh dari lokasi pembangunan Pelabuhan Gilimas telah ditahan. “Kami minta untuk berkoordinasi dengan Pelindo III, agar tidak malah mengganggu. Karena pembangunan sektor pariwisata menjadi tujuan utama pengembangan di Lombok Barat,” tegasnya.

Bupati muda yang enerjik tersebut memaparkan pentingnya pelabuhan sebagai pintu gerbang masuknya turis. Ia menjanjikan untuk mempercepat proses perizinan. “Begitu berkas lengkap, akan kami percepat. Demi investasi untuk masyarakat, tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Joko Noerhudha memaparkan rencana strategis. “Lokasi rencana pembangunan Pelabuhan Gilimas sangat potensial untuk disandari kapal-kapal besar karena memiliki kedalaman natural hingga -16 meter LWS (kedalaman dihitung dari permukaan air laut),” jelasnya. Pelabuhan Gilimas akan dikembangkan sebagai multi terminal, yang salah satunya sebagai terminal peti kemas. “Sangat potensial, karena perkembangan layanan peti kemas sejak Pelindo III memulai tahun 2009 hingga 2014 sangat pesat, dengan peningkatan rata-rata 30 persen per tahun,” tambahnya lagi.

Fasilitas marina juga akan dibangun mengingat pasar olahraga air kapal layar ringan (yatch) yang potensial dari Australia. Kontur geografis lokasi pengembangan Pelabuhan Gilimas memiliki ombak yang relatif tenang sehingga cocok untuk marina,” terang Joko Noerhudha. Baharuddin menambahkan, potensi masuknya wisatawan ke Lombok melalui pelabuhan terlihat pada data Pelindo III yang memperlihatkan bahwa sepanjang tahun 2015 lalu, 26 cruise (kapal pesiar) internasional sandar di Pelabuhan Lembar. “Trennya terus meningkat. Maka pelabuhan baru penting memfasilitasi turis yang datang,” ujarnya.

Toto Heli Yanto mengatakan bahwa Pelindo III sebagai BUMN kepelabuhanan pemerintah, tidak hanya mencari keuntungan. Namun juga sebagai agen pembangunan pemerintah. “Pembangunan pelabuhan akan mencirikan arsitektur lokal, misalnya unsur bencingah atau pendopo khas Lombok. Total nilai investasi yang digelontorkan Pelindo III untuk proyek tersebut mencapai 453 miliar. Dukungan positif dari pemerintah kabupaten dan DPRD ini menjadi dorongan semangat bagi Pelindo III untuk mewujudkan dedikasi bagi pembangunan negeri, termasuk kawasan timur Nusantara,” katanya. (yudhie)

JOIN THE DISCUSSION