Pemerintah Anggarkan Rp 56 M untuk Rawat Suramadu

Portaltiga.com – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya memastikan bahwa pada 2019 mendatang anggaran pengelolahan dan perawatan jembatan Surabaya – Madura (Suramadu) dari APBN 2019 yaitu sebesar Rp 56 miliar.

Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan I BBJN VIII Surabaya, Sodeli mengatakan, pihaknya sudah mengetahui sejak awal akan ada rencana penggratisan jembatan Suramadu. Menurutnya sinyal-sinyal tersebut ditandai oleh penggratisan bagi kendaraan roda dua. “Setelah itu baru ada kabar akan ada peresmian penggratisan Suramadu oleh Presiden,” ujarnya, Jumat (30/11/2018).

Sejak digratiskan hingga akhir Desember 2018 untuk penanganan keamanan bagian atas maupun bawah Jembatan Suramadu oleh Jasa Marga. Sedangkan untuk penanganan Penerangan Jalan Umum (PJU) oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Kalau kerusakan perkerasan jalan Suramadu oleh Pejabat Pelaksana Komitmen (PPK ) Suramadu.

“Jadi untuk saat ini masih ada beberapa lembaga yang menangani Suramadu. “Tapi tahun depan 2019 sepenuhnya kami yang menangani,” katanya.

Sodeli menjelaskan, tahun 2019 pihaknya sudah mengusulkan 56 miliar untuk biaya perawatan. Menurutnya anggaran ini masih perkiraan dan belum detail.

“Kalau mau detail harus melalui survei dulu berapa kebutuhannya. Dari Rp 56 miliar ini dibagi untuk pemeliharaan struktur jembatan Rp 35 miliar, keselamatan 13,5 miliar dan lainnya untuk biaya konsultan yang melakukan pengawasan jembatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kalau hasil survei lebih dari Rp 56 miliar, maka diusulkan yang prioritas dulu akan ada tambahan. “Usulan anggaran ini sudah dievaluasi pusat. Nantinya untuk pengamanan wilayah Suramadu untuk bagian tetap ditangani oleh Patroli Jalan Raya (PJR) dan bagian bawah ditangani oleh Lantamal,” ujarnya.

Meski masih harus melakukan survei untuk penambahan anggaran tambahan perawatan jembatan Suramadu, namun untuk PJU saja biaya untuk listriknya saja sudah terlihat sekitar Rp 185 juta per bulan. Awalnya sempat akan diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya untuk perawatan PJU, namun harus melalui persyaratan.

“Syarat tersebut antara lain tiangnya harus 9 meter dan lampunya harus LED artinya membuat baru semua. Nah ini yang kemudian kita analisa lagi. Kalau Rp 185 juta menjadi berat untuk biaya listrik, bagaimana dengan uang sebesar ini per bulannya bisa diganti lampu solarcell,” ujarnya.

Agar jembatan ini awet, Sodeli mengaku pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk mencegah kendaraan yang overload. Jika dulu standar kendaraan yang boleh lewat hanya 10 ton, sekarang boleh lebih dari itu asalkan setiap sumbu rodanya terbagi 10 ton.

“Fungsi sumbu roda itu untuk mengurangi beban. Selain itu harus ada semacam alat yang bisa mendeteksi berat beban kendaraan yang overload. Kalau tidak begitu umur Suramadu tidak sampai 50 tahun, memang kerusakan tidak tampak tapi tiba-tiba ambrol,” pungkasnya. (jnr/abi)

berita terkait

JOIN THE DISCUSSION