Pelajar SDN 1 Jambangan Ikut Seleksi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup

Portaltiga.com – Tiga pelajar perwakilan SDN 1 Jambangan Surabaya mengikuti rangkaian seleksi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup. Kegiatan tahunan untuk memilih kader lingkungan ini digelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tunas Hijau.

Tahapan awal seleksi yang jatuh pada tanggal 4 hingga 5 Agustus kemarin para peserta harus menceritakan proyek lingkungan hidup mereka melalui tulisan essai yang bertemakan “Bila aku menjadi Walikota Surabaya”.

Lalu pada seleksi kedua para peserta membuat media promosi proyek mereka, diseleksi ketiga, setiap peserta melakukan aksi pengembangan proyek lingkungan hidup.

Diharapkan nantinya aksi yang mereka lakukan bukan hanya sosialisasi saja namun dapat mencapai pengembangan kualitas dan kuantitas capaian proyek. Lalu tahapan seleksi disambung dengan seleksi keempat dimana peserta melakukan kunjungan lapangan, dan pada seleksi kelima peserta akan mengkampanyekan proyek lingkungan mereka.

Bagi para peserta yang telah lolos mengikuti tahapan pameran proyek lingkungan dari calon Pangeran Putri Lingkungan Hidup bersama keluarga, akan berlajut tahapan berikutnya yaitu karantina calon.

Tahapan terakhir setelah karantina bagi calon Pangeran Putri Lingkungan Hidup adalah penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2018 Kota Surabaya.

Guru pembimbing Kader Lingkungan SDN Jambangan, Nur Estiningwati, kepada portaltiga.com merasa bersyukur karena siswa dan siswi binaannya berhasil lolos pada tahapan ketiga.

“Alhamdulillah, perwakilan dari anak-anak kami sudah memasuki tahapan ketiga, doakan sampai selesai dan juara, kami dari SD yang konsisten terhadap lingkungan, tentu menyiapkan pelajarnya untuk bisa juara di ajang pemilihan Putri dan Pangeran Lingkungan ini,” terang Nur, Senin (27/8/2018).

Nur mengapresiasi positif kegiatan yang dilakukan oleh Tunas Hijau, dimana setiap siswa-siswi yang di arahkan dan dipancing kreatifitasnya untuk  menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga menambahkan tiap peserta diajak untuk berperan aktif dalam menyelamatkan lingkungan.

“Hal yang positif, para siswa diajak turun langsung dengan membuat dan menjalankan proyek lingkungan sebagai bentuk usaha sederhana menyelamatkan lingkungan,” pungkasnya. (doy/abi)

JOIN THE DISCUSSION